SISTEM PEWARISAN SUKU BANGSA REJANG

Pengarang: 

ROIS LEONARD ARIOS

Penerbit: 

BPSNT PADANG

Tahun Terbit: 

2011

Daerah/Wilayah: 
Bengkulu
Rak: 

4.3(390-39

ISSN/ISBN: 

978-602-8742-35-1

SISTEM PEWARISAN SUKU BANGSA REJANG

Suku bangsa Rejang sebagai suku bangsa tertua di Provinsi Bengkulu memiliki adat istiadat yang masih eksis hingga saat ini. Secara umum sistem pewarisan pada suku bangsa Rejang lebih terkait pada pelimpahan kepemilikan maupun pengelolaan beberapa harta yang dimiliki kepada anak maupun anggora keluarga lainnya berdasarkan norma yang berlaku. Suku bangsa Rejang membagi harta mereka berdasarkan dua jenis yaitu hak sorang dan hak suwarang. Sistem pewarisannya sangat ditentukan oleh adat perkawinan yang dilaksanakan. Pada saat pernikahan, harta sorang harus diberitahukan kepada khalayak ramai terutama tokoh adat dan ini dicatat oleh kedua belah pihak. Hal ini penting apabila ada perselisihan atau cerai meninggal atau hidup harta tersebut dapat diperhitungkan dan diberikan pada yang berhak sesuai adat. Sistem pewarisan pada suku bangsa Rejang saat ini merupakan kombinasi dari adat Rejang dengan ajaran agama Islam. Porsi pembagian antara anak laki-laki dan perempuan tidak terlalu dipermasalahkan lagi demikian juga terhadap anak tertua maupun bungsu. Perubahan ini dimulai sejak abad ke-18 ketika agama Islam mulai eksis di wilayah Rejang.