SISTEM PERTANIAN TRADISIONAL DI BANDONGAN, MAGELANG JAWA TENGAH

Pengarang: 

Drs. SUMARSONO

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1991

Daerah/Wilayah: 
Jawa Tengah
Rak: 

4.1(330-33

SISTEM PERTANIAN TRADISIONAL DI BANDONGAN, MAGELANG JAWA TENGAH

Masyarakat tani Bandongan dewasa ini masih tampak melaksanakan tahap tanam padi sawah secara tradisional. Secara garis besar tahap kegiatan tanam padi sawah yang dilakukan masyarakat meliputi pengolahan tanah, penanaman dan pemeliharaan, panen atau memungut hasil, dan pengolahan hasil. Tempo dulu, masyarakat petani Bandongan masih mengikuti perhitungan Pranoto Mongso dan mengamati secara langsung muncul dan beredarnya bintang waluku. Beberapa petani yang tergolong utan yang sulit meninggalkan tradisi ini melakukan peringatan atas kegiatan pertanian yang dilakukan dengan cara bancakan. Pada masa panen, mereka memanen padi dengan ani-ani dan petikan padi ditaruh dalam rinjing dan karung plastik. Pada waktu dulu, petikan padi cukup diikat dalam untaian padi. Hasil panen diangkut ke rumah si pemiik dalam bentuk gebengan-gebengan.