SISTEM PENGUASAAN WILAYAH PERIKANAN DAN PEMANFAATAN SUMBER DAYA HAYATI LAUT OLEH MASYARAKAT NELAYAN

Pengarang: 

DRS. MUNSI LAMPE MA

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI

Tahun Terbit: 

1996

Daerah/Wilayah: 
Sulawesi Selatan
Rak: 

3.5(320-32

SISTEM PENGUASAAN WILAYAH PERIKANAN DAN PEMANFAATAN SUMBER DAYA HAYATI LAUT OLEH MASYARAKAT NELAYAN BUGIS MAKASSAR DI SULAWESI SELATAN

 

Ongko dan romping merupakan unsur kebudayaan maritime masyarakat nelayan Bugis-Makassar yang bertahan (survive) dalam proses evolusi dan perubahan kebudayaan yang panjang. Dengan studi dan penelitian tentang ongko dan rompong, ditemukan bahwa masyarakat nelayan Bugis-Makassar merupakan salah satu masyarakat etnis di dunia yang mampu mengubah bagian-bagian perairan di laut sebagai milik umum menjadi milik kelompok atau individual. Dengan analisa mengenai komponen-komponen dan proses adaptif, produktif dan berwawasan lingkungan. Oleh karena dinilai fungsi reproduksi rompong lebih tinggi daripada fungsi produksinya, maka perikanan dengan rompong lebih banyak menyerupai usaha perikanan budidaya laut daripada usaha perikanan dengan memburu ikan-ikan liar di laut. Proses usaha perikanan dengan rompong di berbagai tempat di Bulukumba menunjukkan fenomena yang berbeda-beda. Ongko dan Rompong dinilai merupakan unsur teknologi laut nelayan Bugis Makassar yang prototif. Agar supaya pranata ongko yang merupakan unsur hukum adat mempunyai kekuatan memadai, maka perlu dikeluarkan dan diberlakukan peraturan Pemerintah yang resmi berkenaan dengan pengembanganbudi daya laut di berbagai tempat yang sesuai di Indonesia.