SISTEM PENGETAHUAN LOKAL TENTANG PENGOBATAN TRADISIONAL DAN POLA PENGASUHAN ANAK PADA MASYARAKAT DI

Pengarang: 

FAISAL

Penerbit: 

BPNB MAKASSAR

Tahun Terbit: 

2012

Daerah/Wilayah: 
Sulawesi Tenggara
Rak: 

KPT - 649.1 (640-649)

ISSN/ISBN: 

978-979-3897-61-5

Menurut masyarakat Muna, secara garis besar jenis penyakit dapat dibagi menjadi penyakit yang tampak secara fisik, tidak perlu memerlukan diagnosa untuk mengetahuinya; dan penyakit yang tidak tampak secara fisik sehingga memerlukan diagnosa melalui bantuan bisa (dukun pengobatan) dan sando (dukun beranak perempuan), penyakit seperti itu biasanya terkait dengan faktor magis. Ada beberapa penyebab masyarakat lebih memilih pengobatan secara non medis daripada pengobatan secara medis diantaranya birokrasi yang berbelit-belit, jika tidak lengkap tidak dilayani sedangkan berobat kepada sando pasti langsung dilayani; keberadaan sando mudah dijangkau daripada puskesmas; sando yang ada didesa tersebut sudah dipercaya oleh masyarakat karena secara turun-temurun telah mengobati masyarakat setempat; faktor ekonomi; sando dapat dihubungi 24 jam sedangkan medis hanya pada jam kerja saja. Sando juga berperan dalam melakukan upacara ritual, acara adat serta berdoa dalam bidang pertanian agar hasil panen melimpah. Didalam pola pengasuhan dan perawatan anak suku Muna di daerah ini masih memperlihatkan pola lama atau tradisional seperti menidurkan anak dalam ayunan dengan menyajikan lagu dalam bahasa daerah Muna dan memberikan makanan padat pada bayi yang telah berusia 6 bulan ke atas dengan pisang yang dihaluskan. Pada masa kehamilan dilakukan upacara kasambu ”penyuapan”, masa melahirkan dilakukan upacara kampua ”aqiqah” atau pemberian nama setelah bayi lahir; masa anak-anak dilakukan upacara katoba ”bertobat” dan kangkilo ”sunatan”, dan upacara karia ”pingitan” masa remaja atau sebelum anak gadis yang dinikahkan.