SISTEM PENGENDALIAN SOSIAL PADA MASYARAKAT MADURA DI KABUPATEN KETAPANG (STUDI KASUS DI DESA TELUK B

Pengarang: 

Drs. BAMBANG HENDARTA SUTA PUR

Penerbit: 

BALAI KAJIAN SEJARAH DAN NILAI TRADISIONAL PTK

Tahun Terbit: 

2001

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Barat
Rak: 

L2.3(SOSBU

SISTEM PENGENDALIAN SOSIAL PADA MASYARAKAT MADURA DI KABUPATEN KETAPANG (STUDI KASUS DI DESA TELUK BATANG)
Desa Teluk Batang yang dikenal sebagai pintu gerbang memasukiwilayah kabupaten Ketapang khususnya dari arahKota Pontianak telah memungkinkan desa ini berkembang sebagai salah satu titik simpul antara jalur transportasi sungai dan laut dengn jalur transportasi darat. Pertumbuhan perekonomian Teluk Batang telah menjadi salah satu faktor penarik bagi proses migrasi orang-orang dari luar untuk datang dan menetap di Desa Teluk Batang. Ciri-ciri masyarakat majemuk memang terdapat di Desa Teluk Batang karena ada kecendrungan beberapa kelompok etnis mempertahankan identitas kultural etnisnya sehingga terdapat keragaman kerangka nilai budaya yang menjadi referensi perilaku sosial warga masyarakatTeluk Batang. Salah satunya adalah komunitas orang Madura yang memiliki tipe solidaritas sosial organik karena ditandai oleh pola sosial yang relatif sama, tidak banyak terdapat stratifikasi sosial dan sedikit terdapat diferensiasi peran sosial di antara mereka. Sistem pengendalian sosial yang berada di luar komunitas orang Madura bersifat lebih formal yakni melibatkan tokoh-tokoh pemimpin formal seperti kepala desa dan aparat pemerintah lainnya terutama aparat kepolisian. Mekanismepenyelesaian konflik yang biasa diterapkan di Teluk Batang adalah konsiliasi dan mediasi. Konsiliasidan mediasi ini dilaksanakan oleh tokoh informal dari komunitas orang Madura apabila terjadi konflik yang menjurus pada perkelahian antar orang Madura dengan orang dari kelompok etnis lain.