SISTEM KEYAKINAN PADA MASYARAKAT KAMPUNG NAGA DALAM MENGELOLA LINGKUNGAN HIDUP (STUDI TENTANG PANTAN

Pengarang: 

SITI MARIA

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI

Tahun Terbit: 

1995

Daerah/Wilayah: 
Jawa Barat
Rak: 

1.5(200-29

SISTEM KEYAKINAN PADA MASYARAKAT KAMPUNG NAGA DALAM MENGELOLA LINGKUNGAN HIDUP (STUDI TENTANG PANTANGAN DAN LARANGAN)

Kampung Naga terletak di desa Neglasari, Kabupaten Tasikmalaya Propinsi Jawa Barat. Penduduk Kampung Naga termasuk suku bangsa Sunda dan bahasanya bahasa Sunda. Penduduk ini bermata pencahariaan hidup dengan cara bercocok tanam dan perikanan, disamping itu juga ada yang mempunyai pekerjaan sebagai pengrajin anyam-anyaman dari bambu. Kehidupan orang Naga merupakan kehidupan dalam komunitas kecil. Dalam komunitas ini interaksi atau hubungan di antara individu-individu sebagai warganya bersifat resiprositas yang berdasarkan atas solidaritas dan moralitas yang cukup tinggi yang diatur oleh norma-norma atau nilai-nilai yang berlaku dalam komunitas itu. Sehubungan dengan keyakinannya dalam berpantangan dan larangan dalam mengelola lingkungan hidup kampung Naga merupakan suatu perkampungan yang mempunyai ciri yang khas sebagai daerah yang masih memegang pada tradisi seperti larangan adat yang harus dipatuhi dan dihormati. Tradisi pantangan dan larangan yang berlaku di kalangan masyarakat kampungNaga cukup efektif untuk menumbuhkan tanggung jawab masyarakat yang bersangkutan dalamupaya pengelolaan lingkungan hidup untuk menjaga keseimbangan alam, termasuk lingkungan hidup mereka. Tanggung jawab dan kesadaran sertakebijaksanaan dalammengelola lingkungan hidup tumbuhkarena ada seperangkat aturan yang mengikat dan harus di patuhi oleh masyarakat tersebut.Dalam hal ini masyarakat Kampung Naga memberlakukan aturan-aturan berupa pantangan (tabu) danlarangan yang merupakan bagian dari tradisi mereka.