SISTEM KEPERCAYAAN TRADISIONAL MASYARAKAT SUKU DAYAK LAWANGAN

Pengarang: 

FATHUL FUTUH, SIDIK R. USOP, HENDRA WIJAYA IBAN, YUNDHAY SATRYA, ISABELLA JENNIVA

Penerbit: 

STAIN PONTIANAK PRESS

Tahun Terbit: 

2012

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Tengah
Rak: 

AGA - 200.2 (200-209)

ISSN/ISBN: 

978-602-7942-51-6

Jumlah Halaman: 
126

Kaharingan adalah nama agama masyarakat Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah. Menurut masyarakat Dayak Ngaju, kaharingan telah ada beribu-ribu tahun sebelum datangnya agama-agama besar seperti Hindu, Budha, Islam dan Kristen. Dikarenakan kebijakan negara yang hanya mengakui 5 agama resmi, maka Kaharingan dilihat sebagai “adat” “Kebudayaan” atau “aliran kepercayaan”. Dengan demikian, para penganut agama Kaharingan secara tidak langsung diklasifikasikan sebagai orang-orang yang “belum beragama”, atau “tidak beragama”. Sebagian masyarakat Dayak pada dasarnya masih sangat menghargai kebudayaan dan juga sangat menghormati leluhur mereka, apapun yang telah ditinggalkan oleh leluhur mereka itulah yang wajib dikerjakan. Dan mereka beranggapan apabila tidak dijalankan maka aka nada bencana bagi keluarga mereka dan juga orang-orang yang berada di sekitar mereka. Sebuah aliran atau kepercayaan yang ada akan terus terjaga dan terpelihara selama para pendukungnya melakukan tata cara ibadah atau ritual kepercayaannya tidak bertentangan dengan norma-norma atau hukum yang berlaku baik itu hukum adat maupun hukum negara.