SISTEM KEPEMIMPINAN DI DALAM MASYARAKAT PEDESAAN SUMATERA BARAT

Pengarang: 

DRS. NUR ANAS ZAIDAN

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1983/1984

Daerah/Wilayah: 
Sumatera Barat
Rak: 

3.5(320-32

SISTEM KEPEMIMPINAN DI DALAM MASYARAKAT PEDESAAN SUMATERA BARAT

Di daerah pedesaan atau tegasnya di Negari / Desa Suliki dan Mahat secara garis besar terdapat tiga system kepemimpinan yakni system kepemimpinan formal, system kepemimpinan formal tradisional dan system kepemimpinan informal. Jika diperhatikan makna yang terkandung dalam kebudayaan masyarakat Suliki dan Mahat pada khususnya atau masyarakat Minangkabau pada umumnya dasar pokoknya adalah kekeluargaan yang bermuara pada prinsip bersama, artinya adalah dalam masyarakat desa ini para anggotanya merasakan malu yang belum berbagi, saciok bak ayam, sadancing bak basi, sakabek bak lidi, serumpun bak sarai, atau malu belum berbagi, seciap bak ayam, sedencing bak besi, seikat seperti lidi dan satu rumpun seperti serai.Masyarakat Suliki dan Mahat pada khususnya atau masyarakat Minangkabau pada umumnya menurut adapt adalah berdasarkan prinsip bersama. Jadi dapat disimpulkan bahwa menurut adat yang berlaku di daerah bersangkutan masyarakatnya adalah mempunyai dasar bersama, tujuan bersama dan cara bersama pula. Dikaitkan dengan system kepemimpinan di daerah pedesaan ini jelas persyaratan hak, kewajiban dan aspek-aspek lainnya yang harus dipenuhi dalam kepemimpinan di Negeri Suliki lebih komplek dibandingkan dengan negeri Mahat, terutama dari segi kepemimpinan bidang ekonomi. Berdasarkan penelitian khususnya atau daerah Sumatera Barat pada umumnya tentang system kepemimpinan pedesaan dalam pembangunan Nasional adalah saling tunjang menunjang dan serasi satu sama lain.