SISTEM GOTONG ROYONG DALAM MASYARAKAT PEDESAAN DAERAH JAMBI

Pengarang: 

IBRAHIM BUJANG, SH

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1983

Daerah/Wilayah: 
Jambi
Rak: 

2.3(300-31

SISTEM GOTONG ROYONG DALAM MASYARAKAT PEDESAAN DAERAH JAMBI
Masyarakat pedusunan dalam daerah Jambi, khususnya orang Melayu Jambi, orang Batin dan orang Kerinci selalu dianggap sebagai masyarakat yang tenang, tenteram, serta tidak banyak suka akan perubahan. Kegiatan gotong royong kerja bakti, meskipun sangat dirasakan semakin menipis, namun masih terlihat juga pada beberapa tempat, terutama untuk hal-hal yang memang sangat berguna bagi kepentingan hidup masyarakat dusun, seperti kerja bakti ngalao bndea pada atau pekerjaan negak kincir pada masyarakat orang Batin. Ada kecendrungan beberapa pendapat bahwa masa depan sistem gotong royong akan mengalami perubahan-perubahan dan bahkan akan punah sama sekali akibat pergeseran nilai-nilai budaya. Sebenarnya gambaran seperti itu untuk masa sekarang belum begitu dirasakan oleh masyarakat pedusunan meskipun di sana sini tampak gejala yang menjurus ke arah perubahan yang fundamental. Bagaimanapun juga besarnya pengaruh pembangunan, tak kan mungkin dapat menghilangkan jiwa gotong royong pada masyarakat dusun, kecuali memang harus diakui jika hasil pembangunan itu akan menggeser dan mendesak arti serta kedudukan nilai budaya masyarakat setempat, sehingga akibatnya sistem gotong royong tradisional seperti yang diuraikan dalam bab-bab di muka, menjadi terbatas pada sejumlah lapangan kehidupan saja, seperti gotong royong dalam bidang ekonomi dan dalam bidang religi.