SERAT YADNYA SUSILA

Pengarang: 

R.M. SUMAHATMAKA

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN JAKARTA

Tahun Terbit: 

1981

Daerah/Wilayah: 
Jawa Tengah
Rak: 

1.2(000-09

SERAT YADNYA SUSILA


Jika jalan hidup manusia hanya menuruti kehendak sendiri, tidak memperhatikan pendapat orang lain yang memperhatikannya, yaitu orang yang lebih pandai, maka kelak akan menyesali hidupnya, itulah sebabnya di jaman dahulu para jejaka dilarang bergaul dengan pelacur, sebab mereka sering terjebak untuk menikahi pelacur tersebut. Jika hal itu terjadi, namanya akan hina dan menjadi buah bibir masyarakat. Apalagi jika mengingat keturunannya, istrinya itu menjadi sumber benih yang tidak baik. Maka jika induknya jelek, maka benihnya juga tidak baik demikian pula dengan keturunannya. Mereka akan menodai nama baik leluhurnya, semua itu disebabkan menuruti segala kehendak pribadi. Yang paling utama dalam rumah tangga adalah harus saling dapat menyesuaikan diri. Jika sudah dapat saling memahami dan menyesuaikan, maka harus dapat menanggapi segala kehendak pasangannya. Suami harus dapat membimbing dan mendidik istri. Sedang istri harus dapat menjaga, harus dapat melayani suami sebaik-baiknya dan selalu menurut segala perintah suami.