SERAT TURUNAN SEJARAH WIRASABA KAJIAN UNSUR KESEJARAHAN DAN SASTRA

Pengarang: 

SUMARNO, INDRA FIBIONA

Penerbit: 

BPNB D.I. YOGYAKARTA

Tahun Terbit: 

2021

Daerah/Wilayah: 
Daerah Istimewa Yogyakarta
Rak: 

NKU - 091 (090-099)

ISSN/ISBN: 

978-623-7654-11-7

Jumlah Halaman: 
154

Serat Turunan Sejarah Wirasaba merupakan karya sastra kesejarahan yang dapat digunakan untuk menelusuri tentang keberadaan Kadipaten Wirasaba, yang ditulis oleh Mulyareja pada tahun 1956 dengan menggunakan media buku bergaris. Naskah tersebut memiliki unsur kesusasteraan yang kompleks terutama berkaitan dengan kondisi sosial politik masyarakat di wilayah kadipaten Wirasaba, khususnya wilayah kabupaten Purbalingga dan Banyumas yang saling berbatasan. Terdapat beberapa unsur kesejarahan dalam naskah keturunan sejarah Wirasaba, diantaranya kronik di dalam kekuasaan Kadipaten Wirasaba. Naskah tersebut juga memiliki bentuk anakronisme, antara lain memasukkan makhluk mitologi berupa burung yang bisa dinaiki manusia. Unsur genealogi sebagai bagian dari sejarah yang terdapat dalam naskah turunan sejarah Wirasaba memiliki keterkaitan dengan babad Banyumas, babad Wirasaba, serta literature lainnya.  Serat Turunan Sejarah Wirasaba ini mengisahkan hubungan kerajaan Majapahit dengan kerajaan Pajajaran sebagai cikal bakal berdirinya Kadipaten Wirasaba. Cerita kronik dalam serat ini diawali dari putra Majapahit yang mengembara ke Pajajaran. Ia kemudian menjadi menantu raja Pajajaran. Putranya yang bernama R Katuhu kemudian mengembara dan menjadi cikal bakal Kadipaten Wirasaba.