SENI PERTUNJUKAN TEBE DI KABUPATEN BELU PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

Pengarang: 

I MADE SUARSANA, YUFIZA, I GUSTI NGURAH JAYANTI, I PUTU KAMASAN SANJAYA

Penerbit: 

BPNB BALI

Tahun Terbit: 

2019

Daerah/Wilayah: 
Nusa Tenggara Timur
Rak: 

RKE - 790.2 (790-799)

ISSN/ISBN: 

978-602-356-279-4

Jumlah Halaman: 
111

Pada jaman dahulu Tebe berfungsi sebagai sarana para pria lajang untuk mencari jodoh lewat alunan-alunan pantun, dan dibalas juga dengan pantun oleh pihak perempuannya serta bisa dilaksanakan semalam suntuk. Dalam bentuk/pola Tebe boot, para penari Tebe perempuan berada   di belakang para penari Tebe laki-laki dengan bentuk setengah lingkaran. Sedangkan para penari Tebe laki-laki berada di depan penari perempuan dengan bentuk lingkaran serta saling bergandengan tangan. Dalam Tebe kiit perempuannya bisa berpantun atau dengan kata lain perempuannya bisa membalas pantun kepada laki-lakinya. Fungsi penari tebe perempuan pada tebe boot adalah berfungsi sebagai penyemangat para penari laki-laki agar selalu bersemangat dalam melakukan tarian tebe sekaligus berfungsi penyemangat dalam menjalani kehidupan di dunia yang penuh dengan tantangan dan cobaan. Jaman dahulu dimana budaya tutur atau tradisi lisan lebih dominan dari pada tradisi tulisan, maka Tebe berfungsi juga sebagai media sosial untuk menyampaikan pesan-pesan moral lewat lantunan syair-syair adat maupun pantun-pantun adat. Disamping itu Tebe juga berfungsi sebagai pemersatu antar warga di kampung-kampung yang mempersatukan dalam kebersamaan kehidupan mereka.