SEJARAH SOSIAL ORANG MELAYU, KETURUNAN ARAB DAN CINA DI PALEMBANG DARI MASA KESULTANAN PALEMBANG HINGGA REFORMASI

Pengarang: 

JUMHARI

Penerbit: 

BPSNT PADANG PRESS

Tahun Terbit: 

2010

Daerah/Wilayah: 
Sumatera Selatan
Rak: 

SSO - 900 (900-909)

ISSN/ISBN: 

978-602-8742-20-7

Jumlah Halaman: 
94

Jauh sebelum lahirnya wacana multikulturalisme pada hari ini, kehidupan majemuk bukanlah pengalaman baru bagi masyarakat Palembang. Sejarah panjang Palembang dari masa klasik-Sriwijaya sampai sekarang menunjukkan betapa nilai kemajemukan telah menjadi bagian yang terpisahkan dari entitas budaya masyarakatnya. Palembang setidaknya tercatat sebagai salah satu tempat di Nusantara menunjukkan adanya relasi yang kuat antara pribumi, orang Arab dan Cina dalam perspektif akulturasi budaya maupun relasi dalam bidang ekonomi maupun politik dari periode klasik sampai kini. Palembang selain menjadi tempat tinggal komunitas Melayu Palembang (lokal), juga menjadi tempat bagi bermukimnya etnik pendatang seperti keturunan Arab dan Cina. Kemajemukan Kota Palembang telah terbentuk jauh sebelum Palembang menjadi bagian dari RI. Dimasa lampau Palembang menjadi bandar terpenting bagi perdagangan dan pelayaran Indonesia bagian barat yang menghubungkan dengan dua kawasan penting perdagangan Asia, yakni Cina, India dan Arab. Bahkan Palembang merupakan salah satu bandar terpenting bagi terbentuknya komunitas yang berciri kosmopolitan, yakni pada periode kerajaan maritim Sriwijaya maupun pada masa Kesultanan Islam Palembang Darussalam. Palembang yang dilihat sekarang merupakan perpaduan mozaik yang menarik, karena selama beratus-ratus tahun, wilayah mengalami pergantian kekuasaan serta pengaruh sosial maupun budaya yang melekat pada kultur masyarakatnya.