SEJARAH REVOLUSI KEMERDEKAAN DAERAH KALIMANTAN TENGAH

Pengarang: 

ANTHEL DESE, DIUM RANGIN, PENI SANUSI

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1983

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Tengah
Rak: 

KTE - 904.7 (900-909)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
55

Kalimantan Tengah dengan luas wilayahnya kurang lebih satu setengah kali pulau Jawa, dengan kondisi alamnya yang khas, lebih merupakan daerah pedalaman jika dipandang dari kota Banjarmasin yang merupakan pusat kegiatan administrasi pemerintahan dan pusat politik untuk Kalimantan baik pada masa Hindia Belanda, Jepang dan Nica. Jepang masuk daerah Kalimantan Tengah dengan mengatakan bahwa mereka datang sebagai saudara tua, turut membantu mengusir kaum penjajah yang telah lama menjajah daerah ini. Semua pegawai pribumi tentang diperbolehkan bekerja pada pemerintah Jepang yang dulunya menjadi pegawai Hindia Belanda. Tatkala Jepang bertekuk lutut, maka mereka berusaha secepat mungkin meninggalkan posnya untuk berkumpul di Banjarmasin guna menyerah kepada tentara Australia. Tanggal 17 Agustus 1945 Proklamasi Kemerdekaan dikumandangkan ke seluruh penjuru jagad. Daerah Kalimantan Tengah menyampaikan pernyataan bergabung dengan negara Kesatuan Republik Indonesia yang diproklamasikan itu. Bersamaan dengan kedatangan tentara Australia ini turut membonceng tentara NICA dan dengan kekerasan mereka merebut Kalimantan Tengah di permulaan tahun 1946. Tanggal 27 Desember 1949 pengakuan kedaulatan bangsa Indonesia oleh Belanda, Kalimantan Tengah merupakan daerah bagian Republik Indonesia Serikat. Tanggal 17 Agustus 1950 Republik Indonesia Serikat (RIS) menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia.