SEJARAH REVOLUSI KEMERDEKAAN (1945-1949) DAERAH KALIMANTAN SELATAN

Pengarang: 

DRS. H. RAMLI NAWAWI, DRS. M. IDWAR SALEH, DRS. BUSRA DJAMAL, DRS. H.A. GAZALI USMAN

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1991

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Selatan
Rak: 

KSE - 904.7 (900-909)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
271

Tentara Jepang masuk ke Kalimantan Selatan melalui jalan darat sebelah utara. Politik Van Mook yang dikenal sebagai policy pemerintah NICA-Belanda ialah divide et empera, diwujudkannya dalam bentuk negara dalam wilayah RI menurut cita-cita Proklamasi. Untuk menghadapi siasat ini, rakyat Kalimatan Selatan terbagi atas beberapa golongan, yaitu pro Belanda, federalisme dan Republiken Unitarisme. Ketika berhasilnya ditandatangani Persetujuan Linggarjati (1947) antara RI dengan Belanda, maka terjadilah yang paling gawat bagi pejuang bersenjata di Kalimantan Selatan.