SEJARAH KEBANGKITAN NASIONAL DAERAH JAMBI

Pengarang: 

RD. ZAINUDDIN, M. YUHADI, BACHTIAR AS

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1985

Daerah/Wilayah: 
Jambi
Rak: 

SPR - 904.7 (900-909)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
128

Kesultanan Jambi jatuh pada tahun 1901, dan kekuasaan pemerintah Hindia Belanda dimulai pada tahun itu sebagai bagian dari Keresidenan Palembang. Tahun 1906 Jambi berdiri sebagai suatu keresidenan sendiri dalam lingkungan Pemerintahan Hindia Belanda. Dengan demikian jatuhnya Kesultanan Jambi, adanya kekuasaan Pemerintah Hindia Belanda dan bangkitnya pergerakan nasional terjadi dalam daerah ini, pada waktu yang hampir bersamaan dalam awal abad kedua puluh. Oleh karena daerah Jambi termasuk daerah yang terakhir dikuasai oleh Pemerintah Hindia Belanda, maka sikap dan tindakannya dalam bidang politik, sosial dan ekonomi berbeda dengan daerah lain. Pada waktu Perang Dunia II pecah, dimana kekuasaan kolonial imperialis sedang dalam keadaan lemahnya dan sebagai akibat perkembangan pergerakan nasional yang terjadi di daerah lain, maka eksistensi partai dan organisasi politik di daerah Jambi tidak dapat dibendung lagi. Kekajaman dan keganasan Jepang terhadap rakyat, telah memberi isi kepada rakyat Jambi untuk tidak mau dijajah baik oleh Jepang maupun Belanda. Ketika Jepang kalah dalam perang Asia Timur Raya, dan Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, di daerah Jambi dimana-mana terjadi perebutan kekuasaan. Di daerah yang Jepang tidak suka rela menyerah kekuasaannya terjadi pula perlawanan fisik.