SEJARAH HARI JADI SINTANG

Pengarang: 

SYAMSUDDIN HASAN

Tahun Terbit: 

1998

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Barat
Rak: 

L8.1(SJRH)

SEJARAH HARI JADI SINTANG

Faktor yang mendorong penggalian sejarah hari jadi Kota Sintang yaitu : Sintang di masa Jebair Irawan merupakan pusat Kerajaan Hindu setelah Sepauk, Sintang dimasa pemerintahan Dara Juanti dikenal sampai ke Kerajaan Majapahit, Sintang tempat berlangsungnya perkawinan antara Patih Logender atau Patih Andon dari Majapahit dengan Dara Juanti Raja Kerajaan Sintang, Sintang merupakan pusat perlawanan menentang kekuasaan Penjajahan Belanda sejak Nopember 1856 sampai tahun 1914, Sintang sejak tahun 1853 dijadikan pusat pengendalian Pemerintahan Belanda di perairan Kapuas dengan assistent Resident yang pertama Van Graffron, Sintang berdasarkan Undang-Undang Darurat no. 3 tahun 1953 (lembaran Negara No. 9/1953) sejak 7 Januari 1953 resmilah Sintang sebagai ibukota daerah Otonomi kabupaten, Sintang menjadi tempat kedudukan Korem 121 ABW, Sintang menjadi pusat pengendalian operasi Sektor Timur dalam menumpas PGRS/PARAKU/PGRKU, Sintang sebagai tempat kedudukan pembantu Gubernur Wilayah I berdasarkan Surat Keputusan Mendagri nomor : 821.251000 tanggal 24 April 1986, Sintang tempat kedudukan salah satu Museum Asean. Sehingga dari semua itu menunjukkan bahwa Sintang adalah sebuah kota di kenal baik ditanah air maupun diluar negeri. Banyak peninggalan-peninggalan sejarah yang terdapat di Kota Sintang, salah satunya adalah Kerajaan Hindu berupa : terdapatnya sebuah Lingga (Batu Kundur) sampai sekarang masih dalam keadaan utuh, Perkawinan Dara Juanti dengan Patih Legender adalah seorang patih Kerajaan Majapahit ( Kerajaan Hindu), Peninggalan kebudayaan yang melekat hingga sekarang.