SANGASANGA  MINYAK, MODERNITAS DAN KOTA JUANG

Pengarang: 

SAINAL, TIM BPCB KALTIM

Penerbit: 

BPCB KALIMANTAN TIMUR

Tahun Terbit: 

2020

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Timur
Rak: 

SEK - 900 (900-909)

ISSN/ISBN: 

978-602-6095-54-1

Jumlah Halaman: 
124

Kalimantan merupakan wilayah yang kaya dengan tambang minyak, salah satunya di Kalimantan Timur tepatnya di kota SangaSanga. Di kota inilah banyak sekali tambang minyak sehingga Belanda tertarik akan adanya minyak yang ada di kota SangaSanga. Dengan hadirnya minyak ini dalam menghadapi penjajah, Kalimantan menjadi mudah untuk mengendalikan suatu kontraktor atau alat berat untuk melawan penjajahan. Sehingga kota SangaSanga ini menjadi rebutan oleh warga asing karena dengan banyaknya minyak yang ada di kota ini. Salah satunya yang ingin merebut minyak bumi yang ada di Kalimantan Ttimur adalah warga negara Jepang. Jepang merupakan musuh yang paling berat bagi Indonesia karena Indonesia dikenal dengan akan kekayaan alamn yang dimiliki. Salah satunya yang ingin di rebut oleh Jepang adalah wilayah Kalimantan Timur karena Kalimantan Timur kaya akan dengan minyak bumi. Minyak bumi sangatlah dibutuhkan dalam beraktifitas. Tidak hanya itu, minyak juga bisa di manfaatkan untuk memudahkan dalam perang karena dengan minyak mesin yang menggunakan bahan bakar minyak dapat menghidupkan mesin yang canggih. Dengan alasan inilah Jepang ingin merebut kota SangaSanga. Segala upaya dilakukan oleh Jepang untuk mendapatkan tambang minyak ini. Sehingga militer Jepang menerapkan kerja paksa dengan berbagai bentuk penindasan dan diskriminasi terhadap kota SangaSanga. Tekanan yang selalu bertubi tubi yang diberikan oleh Jepang membuat kegelisahan terhadap kota SangaSanga. Dengan kegelisahan ini akhirnya timbulah suatu perlawanan oleh pejuang SangSanga yaitu perjuang suatu terbentuknya organisasi (Badan Penolong Perantau Djawa) BPPD. Tokoh-tokoh yang tergabung di organisasi ini memiliki peranan penting dalam  proklamasi kemerdekaan khususnya di kota SangaSanga ini. Organisasi ini terus berkembang sehingga lahirlah organisasi baru yaitu (Barisan Pemberontak Republik Indonesia) BPRI. Pada awalanya kota SangaSanga merupakan kota terpencing yang ada di Kalimantan Timur. Pada waktu itu hanya di kenal sebagai daerah pemukiman nelayan. Masyarakat pada waktu itu bergantung hidup dari hasil laut dan sebagiannya juga bergantung pada perdagangan rempah-rempah. Pada waktu itu kekayaan alam yang dimiliki kota SangaSanga ini hanya bisa mencukupi kehidupan sehari hari masyarakat. Dan perkembangan kota SangaSanga ketika warga negara Jepang mulai mengeksplorasi terhadap kekayaan alam yang ada di kota SangaSanga. Dengan dimulainya eksplorasi oleh Jepang akhirnya kota SangaSanga di kenal lebih luas oleh masyarakat pada waktu itu. Dengan di temukannya sebuah tambang minyak ini warga Jepang memulai untuk dapat menguasai bagian wilayah Kalimantan Timur.