SAMURAI SEJARAH & PERKEMBANGAN

Pengarang: 

H. PAUL VARLEY, IVAN, NOBUKO MORRIS

Penerbit: 

KOMUNITAS BAMBU

Tahun Terbit: 

2008

Daerah/Wilayah: 
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Rak: 

SUA - 952.03 (950-959)

ISSN/ISBN: 

979-37-31-40-0

Jumlah Halaman: 
184

Kata samurai berasal dari kata kerja Jepang saburau yang berarti ‘melayani’. Kata ini diunakan pada zaman dahulu untuk menyebut pelayan pribadi yang hampir sama dengan pembantu rumah tangga. Kemudian kata ini digunakan untuk menyebut anggota kelas ksatria provinsi. Hitungan tahun : mengikuti hitungan Cina, waktu Jepang pramodern menunjukkan periode-tahun atau era kalender yang berlangsung, sesuai kebijaksanaan mereka, dari satu periode yang terdiri atas beberapa bulan hingga beberapa decade. Kejadian-kejadian penting seperti Insiden Hogen tahun 1156 dan Perang Onin (1467-1477) seringkali dikenal dengan periode tahun saat peristiwa itu terjadi atau dimulai. Kaum samurai berkontribusi penting dalam membuat kekuasaan feudal dan tradisi militeristik Jepang. Bahkan ketika Jepang telah memasuki pintu zaman modern pada akhir abad ke-19 dan kaum samurai kehilangan kekuasaannya, namun spirit samurai terus hidup diantara masyarakat Jepang. Spirit samurai jadi way of life, perlambang kehormatan dan martabat. Terutama spirit itu maujud dalam semangat kaum militer dan rakyat Jepang untuk menempuh “jalan samurai” – tradisi-budaya berani menghadapi maut ketika terlibat dalam Perang Dunia II, seperti tercermin dalam semangat kamikaze.