SAMPAN BOLEANG PASISIA

Pengarang: 

SILVIA DEVI

Penerbit: 

BPNB SUMATERA BARAT

Tahun Terbit: 

2020

Daerah/Wilayah: 
Sumatera Barat
Rak: 

TEK - 694 (690-699)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
17

 Sampan boleang terdapat tiga jenis, yaitu (pertama), Sampan yang digunakan oleh nelayan dengan alat tangkap jaring bisanya ukuran kecil. Sampan ini hanya bisa ditumpangi oleh maksimal dua orang, dikenal juga dengan sebutan sampan jaring; (kedua), Sampan yang digunakan  oleh nelayan dengan ukuran menengah dan bisa ditumpangi oleh maksimal empat orang disebut dengan sampan lore; (ketiga), Sampan yang digunakan oleh nelayan dengan ukuran besar dan bisa ditumpangi oleh 10-15 orang disebut dengan sampan payang. Setiap jenis perahu pada masing-masing daerah memerlukan peralatan yang berbeda. Semua tergantung dengan bentuk dan ukuran jenis perahu yang dibuat. Pada masa lalu para pembuat perahu masih menggunakan peralatan yang masih sangat sederhana, namun saat ini sudah banyak menggunakan bantuan mesin. Peralatan dan proses membuat perahu yang dilakukan oleh para pembuat perahu yang berasal dari Nagari Punggasan Utara dimanapun berada memiliki kesamaan. Sampan boleang disini dibuat sesuai dengan ketersediaan kayu. Sifat kayu yang diutamakan dalam pembuatan sampan boleang ini adalah kuat tahan air sehingga tidak mudah pecah ketika melawan ombak, sedangkan masalah kayu ringan atau berat tergantung dengan minat si pemesan. Adapun bagian-bagian dari sampan boleang terdiri dari Lunas bahasa lokal dikenal dengan sebutan gindang, Linggu Haluan (tajuk), Linggi Belakang (Rusuk dalam), Transom/Papan haling dikenal dengan sebutan banduo, Gading-gading dikenal dengan sebutan gadiang-gadiang, Pelebaran Buritan/Belakang Perahu, Papan Lambung, Les/papan tup lambung, Papan deck, Galar atau disebut sento, dan Variasi Haluan atau disebut palo togok.