SAIYYANG PATTUQDUQ (KUDA PENARI) DARI MANDAR, PROVINSI SULAWESI BARAT

Pengarang: 

M. IDHAM KHALID BODI, DKK

Penerbit: 

BPNB MAKASSAR

Tahun Terbit: 

2012

Daerah/Wilayah: 
Sulawesi Barat
Rak: 

4.3(390-39

ISSN/ISBN: 

-

SAIYYANG PATTUQDUQ (KUDA PENARI) DARI MANDAR, PROVINSI SULAWESI BARAT

Sebagai suku bangsa, Mandar memiliki beragam budaya diantaranya calong to baine, calong tommuane, gonggaq lawe, gonggaq lima, kacaping to baine, dll. Selain kesenian tersebut diatas, di Mandar juga terdapat permainan rakyat diantaranya jekka kaqdaro, jekka tarring, karacang, kasti, maccakke, dll. Kesenian tersebut dimainkan manusia, namun di Mandar, khususnya Kab. Polewali Mandar dan Kab. Majene kudapun dapat dijadikan sebagai hiburan amsyarakat yakni saiyyang pattuqduq (kuda yang pandai menari). Saiyyang pattuqduq, kuda yang pandai menari adalah diperuntukkan bagi anak-anak yang khatam Al-Quran, penjemputan tamu kehormatan, melepaskan nazar dan atau hanya sekedar pertunjukan. Pada beberapa sumber, awal mula adanya saiyyang pattuqduq adalah pada zaman raja ke-4 Daetta Tommuane Kanna Pattang. Adapun melepaskan nazar, oleh masyarakat tidak mengikuti pola sebagaimana awalnya. Kadang ada dua orang anak laki-laki diatas seekor kuda, dua anak perempuan tanpa gadis diatas kuda, bahkan ada anak laki-laki duduk di bagian belakang (di sawe) dengan seorang gadis (pessawe) di bagian depan.