RIWAYAT SULTAN SYARIF ABDURRAHMAN ALKADRI PENDIRI KOTA DAN KESULTANAN PONTIANAK 1739 - 1808

Pengarang: 

Drs. Ansar Rahman, dkk

Penerbit: 

PEMERINTAH DAERAH KOTAMADYA TINGKAT II PTK

Tahun Terbit: 

1999

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Barat
Rak: 

L8.2(TOKOH

RIWAYAT SULTAN SYARIF ABDURRAHMAN ALKADRI PENDIRI KOTA DAN KESULTANAN PONTIANAK 1739-1808

 

Mempelajari sejarah berdirinya Kota Pontianak, dimulai dari peristiwa Syarif Abdurrahman Alkadri menjejakkan kakinya di tepian pertemuan sungai Kapuas Kecil dan sungai Landak pada pagi hari tanggal 23 Oktober 1771. Menurut tarikh Hijriyah, ia dilahirkan di Matan pada 15 Rabiulawal 1153 H pada hari Senin pukul 10 pagi atau bersamaan dengan tahun 1739 Masehi. Jadi ketika mendirikan Sultan Pontianak, ia baru berusia 32 tahun. Syarif Abdurrahman Alkadri adalah putera asli Kalimantan Barat, ayahnya Sayid Husein Alkadri, seorang keturunan Arab yang telah menjadi warga kerajan Matan. Ibunya Nyai Tua adalah seorang puteri dari Matan, yang menurut penulis Belanda JJK Enthoven, adalah seorang puteri Dayak yang telah menganut agama Islam. Sayid Husein Alkadri kemudian pindah ke Mempawah, menjadi tuan besar Mempawah setelah Raja Mempawah Opu Daeng Menambun meninggal. Syarif Abdurrahman bergelar Pangeran karena ia adalah putera Tuan Besar Mempawah dan iapun menjadi menantu Raja Opu Daeng Menambon, ketika ia dikawinkan dengan Puteri Candra Midi. Begitupun ketika ia kawin lagi dengan puteri Raja Banjaryang bernama Ratu Syahranon, ia diberi gelar Pangeran Syarif Abdurrahman Nur Alam. Dari riwayat keturunannya ini tersirat bahwa Syarif Abdurrrahman Alkadri adalah putera asli Kalimantan Barat, putera dari seorang ulama Islam Habib Husein Alkadri. Pengalaman mengembara dan sukses berdagang, mendorong ia mendirikan pusat perdagangan dan pusat kekuasaan Islam di Pontianak. Ia mendirikan Kesultanan Pontianak dan Sultan Syarif Abdurrahman adalah perintis dan pendiri Kota Pontianak. Walaupun kelak ia terpaksa harus tunduk dibawah kolonial Belanda, adalah akibat politik penjajahan Belanda.