RITUAL WULLA PODDU DI KAMPUNG UMBU KOBA, SUMBA BARAT DAY

Pengarang: 

PROF. DR. PHIL. I KETUT ARDANA

Penerbit: 

BPNB BADUNG

Tahun Terbit: 

2012

Daerah/Wilayah: 
Nusa Tenggara Timur
Rak: 

4.3(390-39

ISSN/ISBN: 

978-602-7961-12-8

RITUAL WULLA PODDU DI KAMPUNG UMBU KOBA, SUMBA BARAT DAYA NUSA TENGGARA TIMUR

Pulau Sumba merupakan suatu wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang memiliki budaya dan tradisi begitu khas. Pulau ini memiliki sumberdaya budaya dan tradisi yang terus dipertahankan oleh penganut kepercayaan Marapu. Salah satu diantaranya adalah upacara Wulla Poddu. Wulla Poddu adalah pemujaan terhadap roh nenek moyang dan leluhur lengka dengan sarananya sampai dengan pelaksanaannya. Tujuan pelaksanaan ritual ini adaah sebagai bulan perdamaian, dimana warga saling berdamai dan saling memaafkan, dan diyakini sebagai bulan suci. Sebagai proses awal dari ritual Wulla Poddu adalah Tauna Pepa yaitu mempersembahkan suguhan makanan terhadap arwah leluhur Marapu berupa nasi yang dicampur dengan ketan (pulut), bumbu wijen. Kemudian dilanjutkan dengan upacara Tauna Bengga yaitu upacara memberi makan arwah anjing Marapu dengan sesajen berupa nasi yang dicampur daging babi. Proses ritual Wulla Poddu yang ketiga adalah melihat bulan. Dalam hal ini Rato mengumumkan pelaksanaan Wulla Poddu, sedangkan proses yang keempat adalah berburu (Kalola) yang dilakukan semua laki-laki mulai pertama berburu sampai empat malam, masyarakat mulai membuat sesajen dan seterusnya sampai puncak ritual Wulla Poddu. Wulla Poddu tentu bukan hanya dapat ikut serta membantu usaha mencerdaskan bangsa, tetapi juga dapat memberi masukan dalam meningkatkan jati diri dan kepribadian bangsa. Sehingga kelangsungan tradisi megalitik dalam wujud ritual dapat menunjang kreativitas dan pola pikir masyarakat, dan sekaligus dapat menyebabkan unsur-unsur tradisi semakin kaya dan beragam, sebagai sebuah kekayaan bangsa.