RITUAL TOANA ANUGRAH RAJA AMANTUBILLAH MEMPAWAH KALIMANTAN BARAT

Pengarang: 

M. NATSIR, SYAMSURIZAL

Penerbit: 

KEPEL PRESS

Tahun Terbit: 

2017

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Barat
Rak: 

TDK - 394.4 (390-399)

ISSN/ISBN: 

978-602-356-185-8

Jumlah Halaman: 
72

Pelaksanaan acara Toana dilakukan dua tahap yaitu Toana dan Buang-buang, dengan perlengkapan upacara adat. Pelaksanaan ritual adat diharapkan dapat memberikan dampak positip untuk kelangsungan kehidupan bersama di lingkungan masyarakat, bahwa dengan menerima Toana menjadikan pribadi yang santun, tenggang rasa, menghormati orang lain. Perilaku ini dapat dihayati selama mengikuti proses ritual yang syarat dengan makna, filosofi dengan mempergunakan bahasa simbul. Acara ritual dilaksanakan sehari penuh, mulai dari persiapan sampai berakhirnya acara pada malam hari di Keraton Amantubillah Mempawah. Buang-buang, upacara toana, doa khusus (kidung) Ratu Mempawah dan juga diselingi dengan acara lainnya yaitu pencak silat dan mematikan pukulan, dimana upacara Toana ini harus dilakukan secara berurutan dari awal hingga berakhirnya upacara. Sifat-sifat tertanam melalui kesadaran bersama diharapkan pada penerima Toana, melalui sebuah proses panjang dilakukan mulai dari awal pengajuan nama bersangkutan, diteliti jejak rekam individu, kontibusi pada masyarakat maupun keratin menjadi bahan pertimbangan sebelum diputuskan oleh raja untuk diberi gelar. Ini dilakukan untuk tetap menjaga marwah kebesaran nama keraton tersebut.