REVITALISASI RITUAL ADAT DALAM RANGKA KETAHANAN BUDAYA LOKAL KASUS RITUAL NYANGGRING DI DESA TLEMANG

Pengarang: 

AGUS INDIYANTO

Penerbit: 

BPNB YOGYAKARTA

Tahun Terbit: 

2012

Daerah/Wilayah: 
Jawa Timur
Rak: 

4.4(390-39

ISSN/ISBN: 

979-161609-4

REVITALISASI RITUAL ADAT DALAM RANGKA KETAHANAN BUDAYA LOKAL KASUS RITUAL NYANGGRING DI DESA TLEMANG KECAMATAN NGIMBANG KABUPATEN LAMONGAN

Nilai penting yang hadir dalam ritual nyanggring diantaranya kebersamaan, ketaatan, gotong royong, solidaritas. Ritual nyanggring ini terlihat bahwa kekuatan utama sekaligus kelemahan utamaadalah kemandirian.Setiap kegiatan ritual dari tahun ke tahun mengandalkan donasi sukarela dari warga sendiri, baik yang ada di desa maupun yang sedang merantau ke luar daerah. Pada dasarnya nyanggring merupakan peringatan upacara haulKi Buyut Terik, misalnya tokoh lainnya seperti Sunan Bonang yang setiap haul diperingati dengan tahlilan dan wiridan. Sebagai seorang ulama, tentunya haul Ki Buyut Terik lebih tepat dirayakan dengan kegiatan yang sesuai dengan ajaran Islam. Ritual nyanggring dapat dilihat sebagai sebuah cikal bakal wisata religi.