REMPAH NUSANTARA MERAJUT DUNIA

Penerbit: 

BALAI PELESTARIAN CAGAR BUDAYA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Tahun Terbit: 

2020

Daerah/Wilayah: 
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Rak: 

SEK - 900 (900-909)

ISSN/ISBN: 

978-602-6095-55-8

Jumlah Halaman: 
348

Sejarah rempah berhubungan erat dengan sejarah kolonialisme. Karena rempahlah bangsa Portugis, Spanyol dan akhirnya Belanda datang ke Nusantara. Seluruh narasi sejarah tentang kolonialisme dibangun diatas motif pengambilalihan dan monopoli akses untuk tiga komoditas mewah seperti pala, lada dan cengkeh. Apabila lahirnya kebangsaan Indonesia mesti ditempatkan sebagai jawaban terhadap kolonialisme, dan kolonialisme dibangun diatas obsesi atas rempah, maka dengan penalaran yang sama mestinya kita menyimpulkan pula kebangsaan Indonesia sebagian dibentuk pula oleh sejarah rempah. Melalui buku Rempah Nusantara Merajut Dunia ini ada sembilan belas artikel yang merupakan makalah yang pernah di presentasikan dalam seminar Jalur Rempah tahun 2017 dan 2020. Adapun kesembilan belas artikel yang ada didalam buku ini diantaranya Dekolonisasi Jalur Rempah Demi Memajukan Kebudayaan Nasional oleh Hilmar Farid; Jalur Pelayaran dan Perdagangan Rempah di Sulawesi Tenggara Dalam Abad ke-17 dan ke-18 oleh Susanto Zuhdi; Peran Pantai Utara Jawa Dalam Jaringan Perdagangan Rempah oleh Singgih Tri Sulistiyono; Jaringan Pelayaran dan Perdagangan Rempah : Awal Munculnya Makassar Dalam Poros Maritim Dunia oleh A. Rasyid Asba; Peranan Pedagang Melayu di Makassar Dalam Jaringan Perdagangan Rempah Nusantara Abad ke 16 dan ke 17 oleh Amrullah Amir, dan lain-lain.