RANSIKI DULU DAN SEKARANG DINAMIKA SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT KAMPUNG RANSIKI DISTRIK RANSIKI KABUPATEN MANOKWARI SELATAN

Pengarang: 

ANA MARIA FATIMAH PARERA, S.Pd DAN SABERIA, S.Pd

Penerbit: 

BPNB JAYAPURA-PAPUA

Tahun Terbit: 

2015

Daerah/Wilayah: 
Papua
Rak: 

SUA - 959.8 (950-959)

ISSN/ISBN: 

978-602-356-064-6

Jumlah Halaman: 
121

Ransiki sebelum kontak dengan dunia luar masih merupakan daerah yang masih kosong dan berawah-rawah yang hanya terdapat beberapa kampung tetapi masih berjauhan, sebagian lainnya masih tinggal di gunung-gunung. Masyarakat yang ada di Ransiki berhubungan dengan masyarakat yang ada di sekitar tempat mereka dan juga melakukan kontak dengan suku lain yang ada di sekitar pulau tersebut. Masyarakat yang ada di Ransiki berhubungan dengan masyarakat yang ada disekitar tempat mereka dan juga melakukan kontak dengan suku lain yang ada di sekitar pulau tersebut. Masyarakat yang ada di pesisir melakukan barter dengan masyarakat yang ada du]i gunung. Setelah adanya pengaruh asing dari pihak zending untuk menyebarkan agama tetapi kampung-kampung yang berada di sekitar Ransiki maupun yang berada di gunung belum tersentuh oleh pekabaran injil. Pada 1887 barulah pengaruh injil mulai masuk walau hanya sampai ke Wariab tetapi kampung yang ada disekitar wariab termasuk Ransiki mulai merasakan pengaruh dari injil tersebut. Setelah agama sudah mulai masuk maka mulailah pemerintahan Belanda menanamkan kekuasaannya ke Nedherland Nieuw Guinea (Papua). Perkebunan karet yang para pekerjanya berasal dari pulau Jawa yang diangkut dengan kapal bersama-sama dengan para tahanan yang akan dibawa kepenjara Boven digul oleh Pemerintahan Belanda. Perkebunan karet tersebut milik Jerman akan tetapi para pekerjanya direkrut oleh Pemerintah Belanda pada 1936. Perkebunan karet itu ada sampai Papua kembali kepangkuan NKRI pada 1963 dan perkebunan tersebut dirawat oleh pemerintahan Indonesia. Pada masa pemerintahan Indonesia Ransiki menjadi salah satu kecamatan dari Kabupaten Manokwari. Walaupun Ransiki salah satu bekas peninggalan sejarah akan tetapi Ransiki dalam perkembangannya tidak merata sampai ke kampung-kampung yang ada di sekitarnya baik itu dari sosialnya maupun dari segi ekonomi masyarakatnya.