RAMADHAN DALAM PERSEPSI MASYARAKAT ACEH (SEBUAH INTERPRETASI ANTROPOLOGIS)

Pengarang: 

DRS. H. ASLAM NUR, MA

Penerbit: 

BKSNT BANDA ACEH

Tahun Terbit: 

1996

Daerah/Wilayah: 
Nanggroe Aceh Darussalam
Rak: 

1.5(200-29

RAMADHAN DALAM PERSEPSI MASYARAKAT ACEH (SEBUAH INTERPRETASI ANTROPOLOGIS)
Masyarakat Aceh memahami inti bulan Ramadhan tidak saja berdasarkan pandangan pada level normative Islam - sebagaimana yang tertuang di dalam Al Qur'an dan As-sunnah - tetapi lebih dari itu, mereka mempunyai interprestasi khusus - pada level praktis - tentang bulan Ramadhan. Melalui studi lapangan tentang kehidupan masyarakat Aceh sebelum dan selama bulan Ramadhan, penulis sampai kepada konklusi bahwa dalam masyarakat ini, bulan Ramadhan diinterprestasi sebagai bulan penyucian diri, bulan ibadah, dan Ramadhan sebagai bulan sennag-senang. Pandangan terhadap Ramadhan sebagai bulan penyucian dirimemberikan kontribusi yang besar bagi masyarakat Aceh untuk melakukanintrospeksi atas nilai-nilai dunia lahe dan dunia baten sekali dalam setahun.Bulan Ramadhan dalam persepsi masyarakat Aceh juga difahami sebagai bulan ibadah. Disamping itu, masyarakat Aceh juga memahami bahwa setiap do'a yang dimohonkan di bulan Ramadhan tingkat kekabulannya lebih besar dibandingkan dengan do'a di bulan-bulan yang lain. Kebahagiaan bulan Ramadhan senantiasa terkoneksi dengan festival huroe raya. Disamping itu, kehidupan sosial masyarakat Lamno Aceh di bulan Ramadhan menyerupai sebuah periode liminality yang disebutkan oleh Victor Tuner sebagai "normative communitas".