RAJA LIMBUNG SEABAD PERJALANAN SAWIT DI INDONESIA

Pengarang: 

MARDIYAH CHAMIM, DWI SETYO IRAWANTO, YUSI AVIANTO PAREANOM, ZEN HAE, IRFAN BUDIMAN

Penerbit: 

INSIST PRESS

Tahun Terbit: 

2012

Daerah/Wilayah: 
Daerah Istimewa Yogyakarta
Rak: 

SEK - 900 (900-909)

ISSN/ISBN: 

987-602-19607-0-7

Jumlah Halaman: 
241

Seratus tahun perjalanan kebun sawit di Indonesia adalah riwayat yang layak ditengkok. Adakah sawit telah memberi manfaat optimal bagi petani dan rakyat, khususnya kelompok masyarakat adat yang berumah di hutan? Mengapa di berbagai daerah justru muncul penolakan perkebunan emas hijau ini? Mengapa kilau sawit meninggalkan trauma bagi banyak komunitas adat di hutan-hutan di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua? Kasus Mesuji, contohnya adalah letupan konflik yang telah lama ditimbun perkebunan sawit. Lazimnya, buku mengenai sawit cenderung terbagi dalam dua kubu. Pertama, kubu pemerintah dan pengusaha yang semata menyuguhkan fakta ekonomi. Kedua, kubu LSM yang berfokus pada sisi negatif. Buku “Raja Limbung” ini juga mencoba mencari jawaban, mengapa berkah berkah yang semestinya dibawa sawit sering kali tergelincir menjadi kutukan.