RAGAM HIAS CANDI-CANDI DI JAWA MOTIF DAN MAKNANYA

Pengarang: 

T.M. RITA ISTARI

Penerbit: 

KEPEL PRESS

Tahun Terbit: 

2015

Daerah/Wilayah: 
Daerah Istimewa Yogyakarta
Rak: 

MON - 726.1 (720-729)

ISSN/ISBN: 

978-602-1228-99-9

Jumlah Halaman: 
147

Ragam hias merupakan bentuk dasar hiasan yang biasanya akan menjadi pola yang diulang-ulang dalam suatu karya seni. Ragam hias yang bersifat ornamentik, dalam seni ukir atau seni pahat sering disebut pepatran. Ragam hias atau ornamen merupakan salah satu bentuk karya seni rupa yang sudah berkembang sejak zaman prasejarah, ketika manusia belum mengenal tulisan. Ragam hias di Indonesia dipengaruhi beberapa faktor, antara lain lingkungan alam, flora dan fauna, serta manusia yang hidup di dalamnya. Seni rupa Nusantara mengalami perkembangan yang semakin lama semakin kompleks. Dinamika seni rupa tampak dengan dikembangkannya seni lukis menjadi seni gores di gua, ceruk atau dolmen batu kubur prasejarah lalu meningkat pada relief-relief candi. Dari sini lalu muncul perkembangan dalam seni kerajinan, sebagaimana diperlihatkan pada seni hias yang indah di tembok percandian. Hampir seluruh percandian baik itu bersifat Budis maupun Siwaistis, memiliki ragam hias yang dipahatkan tidak terbatas pada kaki candi, melainkan pada tubuh dan atap bangunan. Relief, prasasti dan juga ornamen yang terpahat di dinding candi, merupakan gambaran kehidupan masyarakat Jawa Kuna pada abad sekitar 11-14 M.