PRIMBON PAWUKON BAYI LAHIR

Pengarang: 

DRS. SUTIKNO

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1988

Daerah/Wilayah: 
Jawa Tengah
Rak: 

1.6(000-09

PRIMBON PAWUKON BAYI LAHIR

Buku "Serat Primbon Pawukon Bayi Lahir" yang aslinya ditulis dengan huruf Jawa setebal 91 halaman ini adalah merupakan suatu catatan dari nenek moyang kita yang cukup tinggi nilainya. Primbon sendiri berarti buku tempat menyimpan segala sesuatu yang menyangkut perilaku kehidupan manusia. Sedangkan Pawukon adalah buku yang membicarakan pribadi manusia atas dasar wuku seseorang. Jadi pawukon adalah salah satu bagian dari isi Primbon itu seluruhnya. Buku "Serat Primbon Pawukon Bayi Lahir" ini isinya mencakup sifat-sifat kehidupan manusia, watak-wataknya, malapetaka yang menimpa dirinya serta bagaimana cara menangkalnya. Disamping itu juga berisi tentang ramalan mengenai hidup seseorang, serta petunjuk tentang usaha apa yang cocok bagi setiap orang. Semua itu berdasarkan hari kelahiran, hari pasaran, bulan, tahun, windu, neptu dan perbintangan. Secara garis besar, isi Primbon dapat diperinci menjadi empat masalah pokok, yaitu : Kelahiran, Perkawinan, Kematian, Segala sesuatu yang bersangkutan dengan hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Orang Jawa percaya bahwa primbon sangat penting dalam dirinya, karena di dalam primbon itu mengandung petunjuk-petunjuk dan petuah-petuah bagaimana manusia harus menjalankan sesuatu.Di dalam primbon berisi juga tentang lambang-lambang. Dengan mengungkapkan isi dan latar belakang naskah kuno mengenai "Primbon dan Pawukon Bayi lahir" ini berarti kita ikut memelihara warisan budaya nenek moyang kita yang tinggi nilainya terutama bagi masyarakat yang tidak dapat berbahasa Jawa dan tidak dapat membaca huruf Jawa. Isi naskah ini tentunya masih perlu dikaji lebih dalam lagi sehingga akan memudahkan bagi pembaca untuk memisahkan mana nilai-nilai yang sesuai dengan perkembangan pembangunan dan mana yang menghambat perkembangan pembangunan itu sendiri. Akan tetapi sebagai suatu pengetahuan kiranya perlu dijadikan perbandingan didalam menata kehidupan yang seimbang.