POTRET KELUARGA JAWA DI KOTA SURAKARTA

Pengarang: 

SUMARNO, DKK

Penerbit: 

BPNB YOGYAKARTA

Tahun Terbit: 

2013

Daerah/Wilayah: 
Jawa Tengah
Rak: 

3.2(300-31

ISSN/ISBN: 

602-1222-04-0

POTRET KELUARGA JAWA DI KOTA SURAKARTA

 

Buku ini bercerita tentang Potret Keluarga Jawa di Kota Surakarta. Membicarakan Surakarta yang berkait dengan Keraton Kasunan dan Mangkunegaran tidak bisa lepas dengan Laweyan, yaitu sebuah kemantren (onder distrik) yang sudah ada sejak jaman Pajang. Kampung Laweyan merupakan kampung yang tua karena sudah ada sejak sebelum keraton Surakarta berdiri. Rumah tempat tinggal di kampung Laweyan banyak yang bercorak Indies. Hal itu mengisyaratkan bahwa keluarga Jawa Laweyan merupakan komunitas yang eksklusif bahkan dapat dikatakan sejajar dengan bangsawan. Dalam kehidupan keluarga jawa di kampung Laweyan ada dua kelompok yaitu mutihan dan Jawa. Yang dimaksud wong mutihan adalah keluarga Jawa yang kehidupannya dilandasi oleh ajaran agama Islam. Sedangkan keluarga Jawa dalam kehidupannya dilandasi dengan adat budaya Jawa. Selain itu ada sebagian lain yang memilih netral atau memakai keduanya (Islam dan Jawa). Pandangan hidup Jawa masih dijadikan pedoman bagi keluarga Jawa di Laweyan. Beberapa pandangan hidup itu antara lain bagi orang mutihan maka pandangan hidupnya sepenuhnya berlandaskan pada ajaran agama Islam. Sedangkan pandangan hidup keluarga Jawa lainnya yang masih digunakan antara lain aja wani karo wong tuwa, wong tuwa kuwi malat ’jangan berani dengan orang tua, orang tua itu dapat menimbulkan celaka’, gemi nastiti ngati-ati ’ekonomis cermat dan hati-hati’, sing temen ki tinemu ’barang siapa sungguh-sungguh pasti berhasil’, karo wong tuwa kudu ngajeni ’dengan orang tua harus menghormati’.