POTENSI WISATA RELIGIUS MAKAM KH. MUHAMMAD ZAINI ABDUL GHANI KAUMAN MARTAPURA - KALIMANTAN SELATAN

Pengarang: 

M. NATSIR

Penerbit: 

BPNB PONTIANAK

Tahun Terbit: 

2013

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Selatan
Rak: 

KSE - 910.2 (910-919)

ISSN/ISBN: 

978-602-1202-68-5

Jumlah Halaman: 
94

Syeikh Muhammad Arsyad Al-Banjari adalah seorang ulama keturunan Syeikh Muhammad Arsyad Al-Banjari yang menghidupkan kembali amalan dan thariqat Syeikh Muhammad Arsyad Al-Banjari. Sifat lemah lembut, kasih sayang, ramah tamah, tidak pemarah dan pemurah sangat tampak pada diri beliau sehingga beliau sangat disenangi oleh segenap orang, sahabat serta murid beliau. KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani adalah satu-satunya ulama di Kalimantan bahkan di Indonesia yang mendapat izin untuk mengijazahkan thariqat ”As-Sammaniyah”. Pada hari Rabu 10 Agustus 2005 / 5 Rajab 1426 H pukul 05.10 WITA, KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani atau Guru Sekumpul wafat, beliau dimakamkan di Kauman, Kabupaten Banjar Prov. Kalimantan Selatan. Makam beliau mempunyai ciri khas tempat makam berbentuk kubah, ukuran kubah lebih kurang panjang 11 meter dan lebar 9 meter yang terbuat dari lantai dan dinding batu/beton, atap sirap dan jendela kaca. Kubah tersebut dihiasi dengan tulisan-tulisan huruf Arab dan hiasan-hiasan lainnya, kaligrafi tulisan terlihat dengan jelas dan bagus. Makam tersebut dinegeri pagar besi yang tinggi, pada pagar besi bagian atas didindingi dengan kain putih. Sebagaimana anggapan pengunjung bahwa kubur beliau adalah keramat, maka dengan kekeramatannya/kemuliannya itulah menurut mereka yang dapat memberikan berkat pada mereka serta meminta berkat air sumur yang berada di lokasi makam dengan cara diminum.

Translate

Sheikh Muhammad Arsyad Al-Banjari was a cleric from Sheikh Muhammad Arsyad Al-Banjari who revived the practices and teachings of Sheikh Muhammad Arsyad Al-Banjari. His gentle nature, affection, hospitality, not grumpy and generous are very visible in him so he is very well liked by all his people, friends and students. KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani was the only cleric in Kalimantan and even in Indonesia who got permission to qualify the "As-Sammaniyah" thariqat. On Wednesday, August 10th 2005 (5 Rajab 1426 H) at 05.10 WITA, KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani or Sekumpul Teacher died, he was buried in Kauman, Banjar District in South Kalimantan. His tomb has a characteristic dome-shaped tomb, the size of the dome is about 11 meters long and 9 meters wide made of stone and concrete floors and walls, shingles and glass windows. The dome is decorated with Arabic letters and other decorations, the calligraphy of the writing is clearly and well seen. The tomb was discovered by a high iron fence with a white cloth on the upper iron. As visitors assume that his tomb is sacred, it is according to his holiness or glory that according to those who can give blessings to them and ask for blessings from the well water in the grave site by drinking.