PONTIANAK (SUATU TINJAUAN SEJARAH SOSIAL EKONOMI)

Pengarang: 

DRS. JAUHARI MUSA

Penerbit: 

BALAI KAJIAN SEJARAH DAN NILAI TRADISIONAL PTK

Tahun Terbit: 

1999

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Barat
Rak: 

L8.1(SJRH)

PONTIANAK (SUATU TINJAUAN SEJARAH SOSIAL EKONOMI)
Dilihat dari letak geografis, Kerajaan Pontianak berada di daerah persimpangan sungai besar (Sungai Landak dan Sungai Kapuas) yang merupakan jalan atau kemudahan yang terpenting untuk menyelenggarakan transportasi dan komunikasi. Dengan perkembangan pusat-pusat kekuasaan pada waktu tertentu, perjalanan sejarah sosial ekonomi Pontianak secara jelas menunjukkan kecendrungan ke arah integrasi progresif yang sudah barang tentu proses tersebut mengalami pasang surut. Pelapisan sosial dan penggolongan sosial yang berinteraksi secara sistem untuk memelihara keseimbangan, sering pula menjadi kekuatan-kekutaan sosial yang bertentangan dan menciptakan situasi konflik. Kedatangan bangsa Inggris untuk menguasai belahan Utara pulau Borneo (Kalimantan) yang saat itu masih berada di bawah kekuasaan Melayu menjadikan VOC aktif melakukan ekspansi halus melalui perjanjian-perjanjian atau kontrak dengan kesultanan-kesultanan dari belahan kepulauan Borneo lainnya. Hubungan dagang hingga politik dengan VOC, menjadi embrio pembentukan koloni bangsa Eropa, khususnya Belanda di Kalimantan Barat. Hubungan sosial multietnik yaitu antara suku Dayak sebagai penduduk asli di pedalaman dengan masyarakatCina dan orang-orang Melayu di sepanjang Sungai Kapuas, seringkali mengalami pergesekan. Lagipula yang menarik dalam persamaan kekuasaan dan kecendrungan sosial dalam menghadapi pengaruh dari luar, konflik antara kelompok menurut sikap pro atau kontra kekuasaan asing dalam struktur kekuasaan feodalistis yang mengandung benih-benih desintegrasi, perpecahan tidak hanya terjadi karena perbedaan ideologi tetapi juga karena kepentingan ekonomi dan loyalitas kepada tradisi atau keluarga. Pengaruh ideologi, kepentingan ekonomi dan kekuasaan politik dapat saling memperkuat dalam pembentukan kekuatan sosial ekonomi untuk menghadapi penetrasi dan dominasi bangsa Barat.