PONTIANAK ABAD KE-19 : SUATU TINJAUAN SEJARAH ETNIS DAYAK, MELAYU DAN CINA

Pengarang: 

PEMBAYUN SULISTYORINI

Penerbit: 

BALAI KAJIAN SEJARAH DAN NILAI TRADISIONAL PTK

Tahun Terbit: 

2005

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Barat
Rak: 

L8.1(SJRH)

PONTIANAK ABAD KE-19 : SUATU TINJAUAN SEJARAH ETNIS DAYAK, MELAYU DAN CINA

Perkembangan Kota Pontianak tidak dapat dipisahkan dari Kerajaan Pontianak sebagai embrio yang mengawali terbentuknya Kota Pontianak. Pontianak merupakan Kerajaan paling akhir didirikan di Kalimantan Barat. Setelah Kerajaan Pontianak berdiri banyak orang Dayak berdatangan secara bergelombang untuk membuka perkampungan di sekitar kerajaan sepanjang Sungai Ambawang, mereka hidup secara mengelompok dengan membuka daerah pertanian secara berpindah. Pontianak mengalami perkembangan setelah dibukanya jalur perdagangan sehingga kapal-kapal asing banyak berdatangan ke pelabuhan Pontianak. Berbagai kategori pengelompokkan sosial di Pontianak timbul berdasarkan ras, agama dan etnisitasyang seringkali saling tumpang tindih dan pararel, hal ini mengakibatkan semakin dipertegasnya batas-batas solidaritasnya dan pengelompokan. Kota Pontianak pada abad ke-19 mengalami perkembangan pesat setelah dibukanya jalur-jalur perdagangan. Kondisi ini juga ditunjang oleh fungsi Sungai Kapuas dan Landak sebagai jalan transportasi termudah yang menghubungkan daerah-daerah pedalaman. Perkenalan antarsuku bangsa terutama yang dilakukan yang dilakukan oleh para pendatang memberi kemungkinan terbukanya komunikasi dalam pertukaran pengalaman-pengalaman di daerahnya yang akan menjurus pada kesadaran tentang kesatuan dari suku bangsa dari seluruh tanah air.