POLA PENGASUHAN ANAK PADA MASYARAKAT NELAYAN DI BENGKULU

Pengarang: 

IRIANI, ENY CHRISTYAWATY

Penerbit: 

BKSNT PADANG

Tahun Terbit: 

2004

Daerah/Wilayah: 
Bengkulu
Rak: 

PPA - 649.1 (640-649)

ISSN/ISBN: 

979-9388-46-5

Jumlah Halaman: 
63

Pada umumnya pola pendidikan anak di pedesaan (nelayan) berbeda dengan pola pendidikan anak di perkotaan. Faktor lingkungan hidup dan mata pencaharian penduduk akan mempengaruhi perkembangan sosialisasi anak. Hal ini tercermin pada kegiatan ekonomi masyarakat di Kelurahan Kandang sebagai nelayan. Praktek pengasuhan anak pada masyarakat nelayan di Kelurahan Kandang masih berarah pada apa yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Seperti upacara pada masa kelahiran adalah tanda syukur kepada Tuhan sebab sudah mengkaruniakan anak. Umumnya anak yang masih kecil sudah diperkenalkan oleh orang tua perilaku disiplin yang mengarah pada pergaulan sopan santun. Setelah menanjak dewasa bentuk disiplin yang diberikan kadang ada yang keras dan adajuga berupa nasehat. Dalam keluarga nelayan di Kelurahan Kandang, tidak ada jam-jam tertentu anak harus tidur malam dan tidur siang, tetapi yang lebih ditekankan adalah bangun pagi. Praktek perawatan dan pengasuhan anak yang dilakukan keluarga nelayan di daerah ini mulai dari memandikan, memberi makan dan latihan bekerja cenderung dialami oleh sebagian besar anak-anak. Atau dengan kata lain adat kebiasaan mengasuh anak ada keseragaman.