POLA KERUANGAN OKUPASI MANUSIA PADA KALA PLESTOSEN HINGGA AWAL PLESTOSEN DI DAS KALI OYO, GUNUNGKIDUL DAN DAS KALI BAKSOKO , PACITAN

Pengarang: 

INDAH ASIKIN NURANI, YAHDI ZAIM, HARI WIBOWO

Penerbit: 

BALAI ARKEOLOGI YOGYAKARTA

Tahun Terbit: 

2020

Daerah/Wilayah: 
Daerah Istimewa Yogyakarta
Rak: 

ARK - 930 (930-939)

ISSN/ISBN: 

978-623-91488-5-0

Jumlah Halaman: 
150

Rangkaian penelitian yang dilakukan di kawasan Gunung Sewu, khususnya di DAS Kali Oyo, Gunungkidul,  dan DAS Kali Baksoko, Pacitan dapat menampilkan gambaran tentang bentang lanskap budaya yang dijelajahi oleh manusia yang menghuni kawasan itu sejak Kala Plestosen hingga Awal Plestosen. Dengan penguasaan teknologi yang lebih terbatas, pendukung budaya Pacitanian yang masih menerapkan teknologi Paleolitik untuk menghasilkan kapak perimbas dan kapak penetak, tentunya akan memilih batuan yang lebih mudah terbelah atau terserpih. Meskipun tetap saja dipilih jenis batu dengan kekerasan yang cukup agar dapat terbentuk pinggiran yang cukup tajam ketika diserpih. Data yang diperoleh selama penelitian menunjukkan, alat-alat yang dibentuk dengan teknologi Paleolitik tersebar di sepanjang Kal Oyo. Hal itu disebabkan karena di sepanjang aliran sungai ini tersedia bahan batuan dengan kandungan silikaan yang tingg. Di sepanjang Kali Oyo sendiri terdapat setidaknya dua jenis batuan yang disebut rijang ini, yaitu Rijang Abu-abu (RA) dan Rijang Kuning (RK). Jenis batuan RA yang lebih banyak terdapat di hulu Kali Oyo, ternyata mendominasi juga bahan batuan yang ada di hulu Kali Baksoko, di wilayah Kabupaten Pacitan.