PESAN-PESAN BUDAYA FILM ANAK-ANAK DALAM TAYANGAN TELEVISI (STUDI TENTANG PENGARUH SISTEM MODERN TERHADAP PERILAKU SOSIAL REMAJA KOTA CIANJUR)

Pengarang: 

TATIEK KARTIKASARI, WIWIK PERTIWI Y, HINDYASTUTI SETIAWATI

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1995

Daerah/Wilayah: 
Jawa Barat
Rak: 

IDK - 384.302.2 (380-389)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
90

Televisi sebagai bentuk mass media telah berfungsi untuk melakukan misinya dalam hiburan, penerangan dan pendidikan. Kategori film adalah dengan hasil penayangan di akhir cerita ada produser filmnya, pemain-pemain utama dan pemeran pembantu serta persyaratan-persyaratan profesional sebuah film, telah banyak diminati oleh kaum remaja meskipun film-film tersebut dikonsumsi untuk kaum dewasa sehingga hal ini merupakan kendala bagi pertelevisian di 7 (tujuh) stasiun televisi yang mengundara. Hampir 100% film anak-anak yang ditayangkan oleh televisi adalah film import / bukan produksi dalam negeri. Urutan negara pengimport film yang diminati kaum remaja / anak-anak berturut-turut adalah : Jepang, Hongkong, atau China, Amerika. Pengaruh televisi di masyarakat yang terdiri dari : 1 The Enthuastic Position (pandangan optimistis) di daerah penelitian telah menimbulkan akselerasi pembangunan atau perubahan sosial, mempercepat transformasi budaya masyarakat Cianjur Jawa Barat yaitu dari tradisional menjadi modern, efektif untuk wahana pendidikan dan sosialisasi nilai-nilai positif dalam masyarakat. 2 The Null Position (pandangan pesimistik) yang terjadi di daerah penelitian, tidak berlaku secara mutlak, artinya daya tahan / resistensi terhadap pelbagai tayangan televisi dan rasional dalam memilih serta membedakan mana informasi yang berguna dan mana yang tidak. Prosentase menonton bagi kaum remaja / anak-anak hampir separuh waktunya sehari-hari adalah menonton televisi, artinya kurang lebih 50%, sehingga hal ini dikhawatirkan akan terjadinya perubahan sosial budaya masyarakat penggunanya.