PESAN PELESTARIAN LINGKUNGAN DALAM KEARIFAN LOKAL TRADISI BUANG BUANG PADA MASYARAKAT MEMPAWAH KALIMANTAN BARAT

Pengarang: 

M. NATSIR DAN DEBI HERISTIAN

Penerbit: 

BPNB PONTIANAK

Tahun Terbit: 

2015

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Barat
Rak: 

392.1 (390-399)

ISSN/ISBN: 

978-602-356-086-8

Jumlah Halaman: 
71

Upacara adat yang berkaitan dengan buang – buang tidak bisa terlepas dari tradisi yang hidup dan berkembang di masyarakat wilayah Mempawah, Sui Kakap, Telok Pakedai, Kubu Raya, Peniti dan daerah yang berdomisili keturunan Bugis. Hampir setiap kegiatan adat selalu membuat upacara buang-buang. Pelaksanaan adat buang-buang di Keraton Amantubillah (Mempawah) merupakan perwujudan dari pelaksanaan amanat nenek moyang yang diwariskan antar-generasi secara lisan. Wilayah lainnya diluar Mempawah melakukan upacara ini mereka menganggap bahwa turunan mesti mengingat ritual yang dibuat oleh nenek moyang mereka. Kebudayaan ini tidak akan bercampur dengan keyakinan agama yang mereka anut (Islam). Mereka menganggap bahwa melakukan ini adalah menghormati leluhur yang pernah berjasa dalam kehidupan mereka. Saling hormat menghormati sesama manusia maupun dengan alam sekitarnya, kearifan lokal yang dipesan melalui upacara adat yang mereka lakukan dalam hidup dalam kebersamaan, saling asih asuh menghormati satu dengan lain, sehingga setiap upacara adat tidak pernah terjadi konflik antar sesamanya, baik mneyangkut keyakinan maupun perbedaan antar suku lainnya. Upacara lain yang mereka lakukan seperti naik ayun, setelah melahirkan, buang-buang anak bayi, buang-buang penyakit, dll.