PERUBAHAN SISTEM KEPEMIMPINAN "NA-KHOHOQ" ORANG TEHIT DI KABUPATEN SORONG SELATAN

Pengarang: 

YUDHA N. YAPSENANG, ABDUL RAZAK MACAP, ENRICO Y. KONDOOGIT

Penerbit: 

BPNB JAYAPURA-PAPUA

Tahun Terbit: 

2015

Daerah/Wilayah: 
Papua Barat
Rak: 

KEP - 303.3 (300-309)

ISSN/ISBN: 

978-602-356-058-5

Jumlah Halaman: 
104

Setiap kebudayaan pastilah akan mengalami suatu perubahan baik secara cepat maupun lambat, disukai atau tidak disukai. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan dalam suatu kebudayaan, khususnya dalam sistem kepemimpinan. Dalam hal ini sistem kepemimpinan Nakhohoq orang Tehit diantaranya dengan adanya kontak budaya, yang terjadi orang Tehit dengan orang luar telah menyebabkan adanya tambahan didalam sistem kepemimpinan orang Tehit yaitu Kepala suku (Nakhohoq) + kepala klen → Kepala suku / Kapitan + Nakhohoq (yang bergelar orang kaya atau bangsawan) + Bapa Raja. Masa Belanda, dimasa ini peranan nakhohoq mengalami pasang surut, dimana apabila nakhohoq yang memimpin pemberontakan atau akan menimbulkan kerusuhan, ditangkap dan dibuang. Di lain pihak, nakhohoq yang melakukan kehendak pemerintah Belanda, kedudukannya di perkuat dengan dilibatkannya ke dalam berbagai aktifitas pembangunan. Setelah Papua bergabung dengan NKRI, perubahan yang terjadi dalam sistem kepemimpinan orang Tehit, lebih banyak berupa pelemahan yang diakibatkan oleh adanya peraturan baru, oleh kurangnya dilibatkan pemimpin adat dalam berbagai aktifitas pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah.