PERUBAHAN NILAI HUBUNGAN ANAK DAN ORANG TUA PADA MASYARAKAT PERALIHAN DARI KEBUDAYAAN AGRARIS KEPADA

Pengarang: 

SRI MIENTOSIH, B.A

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1995

Daerah/Wilayah: 
Jawa Barat
Rak: 

3.2(300-31

PERUBAHAN NILAI HUBUNGAN ANAK DAN ORANG TUA PADA MASYARAKAT PERALIHAN DARI KEBUDAYAAN AGRARIS KEPADA KEBUDAYAAN INDUSTRI STUDI KASUS PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT SUNDA DI BANDUNG

Masuknya industri, khususnya industri texstil ke daerah Leuwigajah, mengakibatkan beberapa perubahan dalam mata pencaharian penduduk, baik mata pencaharian pokok ataupun matapencaharian sambilan. Tanggung jawab dalam keluarga luas sebelum hadirnya industri sangat dipengaruhi oleh keluarga inti yang lebih tua, sehingga keluarga inti yang lebih muda tidak begitu memegang peranan. Perubahan pandangan masyarakat terhadap pendidikan serta sikap disiplin dari pabrik yang diterapkan di dalam kehidupan keluarga dan interaksi dengan para pendatang sangat mempengaruhi pembentukan tatanan keluarganya. Akibat adanya industri ada kecendrungan akan terjadi perubahan pola kehidupan keluarga luas menjadi keluarga batih, perubahan pola tingkah laku keluarga inti yang masih muda mengakibatkan perubahan sistem kekeluargaan dari sistem keluarga luas menjadi keluarga batih atau niclear family. Berubahnya sistem kekeluargaan, ditambah dengan lapangan kerja yang berbeda, dan pekerjaan yang baru ini banyak menyita waktu, sehingga intensitas hubungan kekeluargaan menjadi berkurang. Sebelum masuknya industri ke daerah Leuwigajah, para ibu rumah tangga banyak yang tidak bekerja, mereka dalam menunjang ekonomi keluarga tidak secara langsung, artinya hanya membantu kegiatan suami saja, apakah itu dalam, matapencaharian pokok ataupun matapencaharian sambilan. Masuknya industri, merupakan era baru bagi para ibu-ibu rumah tangga, karena mereka dapat menghasilkan uang dan berarti dapat meringankan beban ekonomi keluarga secara langsung. Menghilangnya sistem matapencaharian pertanian di Leuwigajah telah berpengaruh pula pada reproduksi anak. Kini mereka sudah tidak lagi bercita-cita mempunyai anak banyak, karena anak banyak sudah dianggap tidak efektif dan memerlukan biaya besar.