PERTEMPURAN DANAU MARE DI TUMBANG SAMBA KALIMANTAN TENGAH (1945 - 1949)

Pengarang: 

FATHUL FUTUH TAMAM, S.S

Penerbit: 

BPSNT PONTIANAK

Tahun Terbit: 

2008

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Tengah
Rak: 

KTE - 904.7 (900-909)

ISSN/ISBN: 

978-602-8451-06-2

Jumlah Halaman: 
52

Aspek-aspek yang melatarbelakangi terjadinya pertempuran Danau Mare antara lain penindasan kaum penjajah, masa penduduk Jepang, kedatangan tentara Sekutu dan orang NICA. Pada masa revolusi fisik terjadi gelombang pertentangan politik serta rentetan pergolakan yang dilakukan oleh rakyat Kalimantan Tengah untuk menghadapi agresi militer Belanda. Pertempuran Danau Mare terjadi pada hari Sabtu, 24 Agustus 1949 siang hari berlangsung selama kurang lebih sekitar tiga jam. Pertempuran antara pasukan GRRI versus pasukan KNIL ini berakhir sapih (dalam bahasa setempat berarti imbang/seri). Rentetan pertempuran yang dilakukan oleh rakyat Kalimantan Tengah pada puncaknya diakhiri dengan terjadinya pertempuran yang terjadi di daerah Tumbang Samba yang menewaskan seorang pahlawan kesuma bangsa yang bernama Minon Dehen yang dikenal dengan pertempuran Danau Mare. Untuk menghargai jasa kepahlawanan beliau, maka pada tahun 1954 masyarakat Tumbang Samba yang terdiri dari desa Samba Bakumpai, Samba Danum, Samba Kahayan dan Samba Katung mengadakan upacara Tiwah yaitu suatu upacara yang bertujuan menyempurnakan jasad Minon Dehen dengan membangun sebuah Sandung (makam).