PERTAMBANGAN MINYAK DAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT : PENGELOLAAN PENAMBANGAN DI WONOCOLO TAHUN 1960-2017

Pengarang: 

YUSTINA HASTRINI NURWANTI, SRI RETNA ASTUTI, AGUSTINUS DARTO HARNOKO

Penerbit: 

BPNB D.I YOGYAKARTA

Tahun Terbit: 

2017

Daerah/Wilayah: 
Jawa Timur
Rak: 

SEK - 900 (900-909)

ISSN/ISBN: 

978-979-8971-74-7

Jumlah Halaman: 
132

Dapat dikatakan hampir seluruh penduduk di Desa Wonocolo bekerja dalam bidang pertambangan minyak tradisional. Pekerjaan tersebut diantaranya sebagai penambang, tengkulak minyak mentah, penyuling minyak, tengkulak minyak tanah/solar, parengkek hingga penjual sisa pembakaran/kerak. Kegiatan ini sudah dilakukan sejak pemerintahan Kolonial Belanda. Namun dibuku ini hanya membahas dua periode yaitu masa Mbah Wattah Wartosentono yang belum ada campur tangan pemerintah dan masa adanya KUD sebagi mitra kerja pemerintah (Pertamina). Pada periode pengelolaan di tangan Lurah Wattah Wartosentono, terkait penentuan kebijakan akses terhadap sumur, proses produksi dan pemasaran lantung, upah, distribusi hasil penambangan berada di tangan Lurah Wattah Wartosentono. Terbitnya SK Menteri Pertambangan dan Energi No. 0714 K/30/M.PE/88 tentang Pola Penanganan Tambang Minyak di Desa Wonocolo menjadikan pengelolaan di tangan pemerintah melalui Pertamina yang bermitra kerja dengan KUD. Kebijakan tersebut membatasi akses masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya minyak sebagai tumpuan kehidupan. Peralihan tata kelola sumur-sumur tua, dirasakan oleh petani tambang semakin memperkecil jumlah pendapatan yang diterima oleh petani tambang, dan rendahnya imbal jasa ini membuat petani tambang mengambil inovasi tindakan yang bertentangan dengan ketentuan yang ada. Dikarenakan adanya keharusan bagi mereka untuk memenuhi kebutuhan ekonomi produksi sumur minyak dan kebutuhan rumah tangga. Jalan yang ditempuh penambang untuk mencukupi kebutuhan dengan melakukan penyulingan secara mandiri dan pengurangan jumlah produksi ke KUD.