PERTAMBANGAN INTAN DARI MASA KERAJAAN HINGGA MASA KEMERDEKAAN TINJAUAN SOSIAL EKONOMI PERTAMBANGAN R

Pengarang: 

HENDRASWATI

Penerbit: 

BPNB PONTIANAK

Tahun Terbit: 

2012

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Selatan
Rak: 

KSE - 900 (900-909)

ISSN/ISBN: 

978-602-1202-01-2

Jumlah Halaman: 
186

Sejak awal kemunculannya, pendulangan intan di daerah Cempaka digolongkan dalam pertambangan rakyat karena masih dilakukan secara tradisional dengan alat yang sederhana. Seiring perkembangan, proses pendulangan intan pun mengalami perubahan meskipun tidak signifikan. Perubahan yang sangat mencolok adalah digantikannya beberapa komponen peralatan dengan alat mesin, sehingga mengurangi tenaga kerja (terutama tenaga kerja wanita) dalam satu proses pendulangan intan. Namun demikian, pada akhirnya dalam memicik intan tetap dilakukan secara tradisional yaitu dengan cara malinggang. Tatuha luang adalah orang pertama yang memiliki peran penting dalam proses pendulangan intan, karena seluruh biaya yang dikeluarkan yang terbilang sangat banyak menjadi tanggung jawabnya. Kepercayaan lama yang masih dilakukan seperti minta petunjuk kepada malim, menjadi bagian dalam proses pendulangan intan. Meskipun pendulangan intan di wilayah ini sangat terkenal dimana-mana, bahkan pernah juga menemukan intan yang sangat menghebohkan (Intan Trisakti), namun para pendulang intan di daerah ini tetap dalam kondisi ekonomi yang memprihatinkan dibandingkan dengan para pembelantik (pedagang) intan itu sendiri. Keadaan ekonomi yang sangat pas-pasan dan tidak menentu tersebut ternyata mereka tetap setia bertahan sebagai pendulang intan.