PERSEPSI TENTANG ETOS KERJA KAITANNYA DENGAN NILAI BUDAYA MASYARAKAT DAERAH SULAWESI SELATAN

Pengarang: 

PANARANGI HAMID

Penerbit: 

PROYEK PENGKAJIAN DAN PEMBINAAN NILAI-NILAI BUDAYA

Tahun Terbit: 

1995

Daerah/Wilayah: 
Sulawesi Selatan
Rak: 

3.3(300-31

PERSEPSI TENTANG ETOS KERJA KAITANNYA DENGAN NILAI BUDAYA MASYARAKAT DAERAH SULAWESI SELATAN

PNS di lingkungan instansi pemerintah di wilayah Kecamatan Maros Baru terdiri atas individu-individu yang saling berbeda jenjang kepangkatannya maupun berbeda daerah asal dan suku bangsanya, sehingga memungkinkan terdapatnya pula perbedaan-perbedaan persepsi tentang etos kerja dalam kaitannya dengan nilai-nilai budaya yang pada gilirannya turut pula mewarnaietos kerja masing-masing PNS itu sendiri. Dalam menanggapi kecendrungan memilih PNS, sebagai lapangan pengabdian dan pencaharian hidup sebagian terbesar PNS golongan I dan Golongan III mengajukan alasan bahwa pekerjaan itu adalah mulia. Sebaliknya PNS Golongan II lebih banyak mengemukakan alasan bahwa pekerjaan PNS menjamin kebutuhan hidup bersama keluarga. Persepsi PNS mengenai etos kerja yang bertalian dengan alam sekitar sebagian besar berorientasi pada pandangan, bahwa alam itu sumber kehidupan. Etos kerja PNS yang berkaitan dengan hakekat waktu, tercermin dalam sikap PNS yang bersikap taat terhadap ketentuan jam kerja dan penyelesaian tugas secara tepat waktu, menurut jadwal yang ditetapkan pihak atasan. Etos kerja yang berkaitan dengan hubungan antara sesama manusia tercermin dalam sikap setiap PNS untuk saling membantu dengan sesama staf dalam rangka menanggulangi masalah kedinasan. Nilai-nilai luhur budaya bangsa di Propinsi Sulawesi Selatan, utamanya di Kabupaten Maros terbukti dapat mendukung keberhasilan upaya peningkatan etos kerja PNS. Nilai-nilai tradisional daerah Sulawesi Selatan yang terkait dalam etos kerja PNS cukup relevan dengan aturan disiplin.