PERSEBARAN ORANG BIAK DI KEPULAUAN KOMAMBA SARMI-PAPUA

Pengarang: 

SIMON ABDI K. FRANK, JOHANES RUMERE, BINSAR LEWAKABESSY

Penerbit: 

BPNB JAYAPURA-PAPUA

Tahun Terbit: 

2015

Daerah/Wilayah: 
Papua
Rak: 

PPM - 304.8 (300-309)

ISSN/ISBN: 

978-602-356-063-9

Jumlah Halaman: 
124

Perpindahan penduduk atau migrasi orang Biak dari daerah asal di pulau Biak ke pulau Armo, SARMI telah dilakukan karena keinginan yang kuat untuk bepergian ke tempat lain, terdorong oleh kemampuan berlayar, mencari wilayah tempat tinggal, perjalanan perompak, perdagangan, serta menyebarkan dan mengenalkan kebudayaan baru kepada suku-suku di pesisir dan pedalaman Papua. Perjalanan dari daerah asal di Biak menggunakan perahu jenis Wairon dengan masing-masing perahu dari keret Yarangga, Rumbiak dan Wakum. Jauh sebelumnya perjalanan ke kepulauan Komamba dan terus ke timur telah dilakukan oleh Sarewo Saba dari kampung Opiaref. Perjalanan ke arah timur dan menyinggahi pulau Komamba (Liki) telah membangun hubungan yang baik dengan orang Sobey di pulau Liki, termasuk sebagai teman dagang (Manibobi). Pertautan hubungan dagang ini meluaskan kesempatan orang Biak dari dekat kampung Opiaref, yaitu dari kampung Ambroben dan Manswam untuk melakukan perjalanan serupa, termasuk juga melanjutkan ikatan dagang, kawin, dan selanjutnya tinggal dan menetap di pulau Liki dan selanjutnya pindah ke Armo. Adanya ikatan perkawinan antara kedua kelompok masyarakat yaitu orang Sobey yang tinggal di pulau Liki dengan orang Biak yang tinggal di pulau Armo telah melahirkan suatu hubungan kekerabatan yang akrab dan baik, terutama dengan klen-klen Tenontraw, Tenomuar, Ezris, Morsaw, dan Weiraw. Hubungan sosial yang telah tercipta diantara suku bangsa di wilayah Sarmi makin akrab dan saling menerima. Hubungan makin emosional ketika distrik Sarmi dimekarkan dari kabupaten induk, Jayapura menjadi kabupaten Sarmi pada tahun 2002.