PERLAWANAN MASYARAKAT ADAT TERHADAP PERUSAHAAN AGROBISNIS DI KABUPATEN SANGGAU (STUDI KASUS PTPN XII

Pengarang: 

BAMBANG H. SUTA PURWANA

Penerbit: 

BALAI KAJIAN SEJARAH DAN NILAI TRADISIONAL PTK

Tahun Terbit: 

2003

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Barat
Rak: 

L2.3(SOSBU

PERLAWANAN MASYARAKAT ADAT TERHADAP PERUSAHAAN AGROBISNIS DI KABUPATEN SANGGAU (STUDI KASUS PTPN XIII, DI KABUPATEN SANGGAU)
Rasa kecewa dan ketidakpercayaan oleh komunitas-komunitas orang Dayak terhadap lembaga kapital merupakan indikasi adanya deprivasi relatif pada masyarakat Dayak, hal ini karena sebelum membangun kompleks perkebunan kelapa sawit di Meliau dan Parindu PTPN XIII telah menebarkan janji tentang peningkatan kesejahteraan penduduk lokal di sekitar area perkebunan tersebut, akan diikutsertakan sebagai tenaga kerja dalam pengelolaan lahan perkebunan kelapa sawit dan petani kelapa sawit akan memperoleh tingkat pendapat yang lebih tinggi dari petani peladang karena seluruh hasil produksi akan di beli oleh PTPN XIII. Tetapi pada kenyataannya semua harapan itu tidak sepenuhnya terlaksana, apalagi semenjak jatuhnya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. Implikasi dari kebijakan ini telah mengakibatkan sejumlah besar konflik agraria yang pelik dan sulit dipecahkan. Kemudian permasalahan sosial juga dipicu oleh struktur sosial masyarakat perkebunan yang kaku, perbedaan kehidupan materiil yang menyolok antara para penguasa perkebunan dan buruh perkebunan, serta perlindungan politis yang berlebih-lebihan yang diberikan oleh pemerintah terhadap pemilik modal perkebunan, menyebabkan masyarakat perkebunan rawan terhadap konflik internal dan eksternal.