PERKEMBANGAN KEHIDUPAN MASYARAKAT ETNIS MADURA KORBAN KERUSUHAN SAMBAS DI TEBANG KACANG

Pengarang: 

Dra. LISYAWATI NURCAHYANI, M.S

Penerbit: 

BALAI KAJIAN SEJARAH DAN NILAI TRADISIONAL PTK

Tahun Terbit: 

2008

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Barat
Rak: 

L2.3(SOSBU

PERKEMBANGAN KEHIDUPAN MASYARAKAT ETNIS MADURA KORBAN KERUSUHAN SAMBAS DI TEBANG KACANG
Adaptasi sangat penting bagi manusia untuk menyesuaikan diri di lingkungan hidup yang baru. Proses adaptasi ini bisa meminimalkan konflik atau masalah apabila mengalami kegagalan, sistem adaptasi dengan lingkungan sosialnya. Dari berbagai pendapat para pakar dapat digambarkan bahwa proses adaptasi bukanlah sesuatu yang mudah apabila masing-masing tidak saling menghargai dan menonjolkan sesuatu secara berlebihan. Untuk itu pemerintah mencoba menyelesaikan permasalahan masing-masing dengan merelokasikan di Tebang Kacang yang mayoritas masyarakatnya adalah etnis Madura juga dengan harapan proses adaptasi yang terjadi tidak akan menimbulkan masalah. Dengan semakin lancarnya transportasi ke lokasi-lokasi relokasi, menyebabkan keadaan Desa Mekarsari maupun Tebang Kacang semakin ramai. Ditunjang dengankondisi kesuburan tanah di tempat tersebut menyebabkan pendapatan masyarakat semakin meningkat.Ada beberapa kesepakatan yang dicapai antara masyarakat Etnis Madura pengunsi kerusuhan Sambas dengan masyarakat setempat yaitu : Para pengungsi yang datang tidak dibenarkan melakukan tindakan yang dapat meresahkan masyarakat, Tanah yang menjadi lokasi relokasi apabila terkena tanah milik warga diberikan ganti rugi, Fasilitas sarana dan prasarana terutama jalur darat serta listrik yang disediakan untuk tempat relokasi juga dibangun di daerah mereka, Pada saat kegiatan pembangunan relokasi lebih memprioritaskan penduduk Desa Tebang Kacang yang melaksanakannya.