PERKEMBANGAN ISLAM DI KESULTANAN SAMBAS KAJIAN ATAS LEMBAGA KEISLAMAN PADA MASA PEMERINTAHAN SULTAN MUHAMMAD SYAFIUDDIN II TAHUN 1866-1922 M

Pengarang: 

RISA, S.Sos.I.,M.Hum

Penerbit: 

OMBAK

Tahun Terbit: 

2015

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Barat
Rak: 

907 (900-909)

ISSN/ISBN: 

978-602-258-347-9

Jumlah Halaman: 
142

Masa pemerintahan Sultan Muhammad Syafiuddin II (1866-1922 M) dalam kenangan masyarakat sambas merupakan masa keemasan Kesultanan sambas, ditandai dengan berkembangnya berbagai aktivitas keislaman mulai dari pendidikan dan pembinaan keagamaan masyarakat serta pelembagaan hukum Islam yang dilakukan oleh para ulama. Oleh karenanya, kejayaan Kesulatanan Sambas pada masa ini lebih dikarenakan perkembangan Islam yang semakin pesat terutama perkembangan lembaga keislaman seperti lembaga pendidikan Islam dan lembaga keagamaan atau disebut juga Lembaga Maharaja Imam sehingga mengantarkan Kesultanan Sambas sebagai salah satu pusat pengkajian dan kebudayaan Islam terpenting di Kalimantan Barat yang terkenal dengan citra "Serambi Mekah".

Perkembangan lembaga pendidikan Islam dan Lembaga Maharaja Imam pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Syafiuddin II bukan terjadi secara serta merta, tetapi merupakan akumulasi dari masa sebelumnya atau dengan kata lain lembaga keislaman tersebut berkembang secara evolusi mulai dari tahap yang sederhana sampai pada tahap relatif yang lebih baik. Lembaga pendidikan Islam berkembang dari bentuk surau, sekolah Melayu al-Sultaniyah sampai pada bentuk madrasah al-Sultaniyah pada awal abad ke-20. Demikian juga lembaga maharaja Imam dari periode pertama sampai pada periode ketiga (Maharaja Imam Muhammad Arif tahun 1869-1873 M, Maharaja Imam Muhammad Imran tahun 1913-1976 M), mulai menunjukan perkembangan dari yang belum memiliki struktur dan pembagian peran yang jelas sampai pada bentuk yang terstruktur dan terorganisir dengan baik