PERKEMBANGAN BUDIDAYA TAMBAK UDANG DI PESISIR TUBAN 1980-2015

Pengarang: 

DWI RATNA NURHAJARINI, TUGAS TRI WAHYONO, DANA LISTIANA

Penerbit: 

BPNB D.I YOGYAKARTA

Tahun Terbit: 

2017

Daerah/Wilayah: 
Jawa Timur
Rak: 

SEK - 900 (900-909)

ISSN/ISBN: 

978-979-8971-80-8

Jumlah Halaman: 
134

Kabupaten Tuban memiliki daerah pesisir pantai yang potensial untuk kegiatan budidaya tambak udang. Sistem tambak yang diusahakan masyarakat pesisir Tuban pada waktu itu adalah tambak air payau. Sistem ini meliputi teknik tadahan dan ngisoran yang masih bertahan dan berlanjut sampai saat ini. Sistem polikultur yang telah berkembang lama mulai tahun 1980 mengarah pada sistem monokultur yakni budidaya tambak udang. Kegiatan budidaya tambak udang yang berkembang di Tuban dikelompokkan dalam tiga kategori berdasarkan teknologi yang diterapkan yakni tambak tradisional/sederhana atau juga dikenal dengan sistem ekstensif, tambak seni intensif dan tambak intensif. Produksi budidaya udang di Kabupaten Tuban berkembang pesat mulai tahun 1984 dan mulai ada petambak lokal yang bergerak di dunia budidaya udang secara intensif. Udang windu menjadi primadona baru dalam industry budidaya tambak karena harganya mahal dan waktu panen tidak memerlukan waktu yang terlalu lama. Namun kegiatan budidaya udang windu mulai mengalami kemunduran di awal tahun 1990-an, dikarenakan terkena serangan virus. Kelesuan dalam dunia tambak udang mulai tampak bergairah lagi dengan munculnya spesies udang impor yakni vannamei. Yang masa panennya sekitar 110-120 hari. Dalam proses produksi para petambak memiliki jaringan khususnya untuk urusan pakan dan obat-obatan serta pasca panen. Pabrik pakan dan obat menjadi mitra petambak dan para supplier yang mengambil hasil panen dan membawa ke cold strorage untuk selanjutnya dibawa ke negara konsumen. Aktivitas budidaya udang dimulai dari tebar benur hingga pembesaran di tambak. Petambak memiliki strategi untuk menjaga harmoni dengan masyarakat sekitar yaitu dengan adanya lawuhan. Budidaya tambak udang membawa dampak dalam kehidupan baik itu dari segi sosial maupun ekonomi.